Polisi Lepas Masker 8 Koli – Timor Express

Timor Express

METRO

Polisi Lepas Masker 8 Koli

ILUSTRASI AMA LADO/TIMEX

Akademisi: Ada Unsur Pidana

KUPANG, TIMEX-Polres Kupang Kota akhirnya menghentikan penanganan kasus masker 8 koli yang hendak dikirim ke Jakarta, Kamis pekan lalu. Menurut penyidik, tidak ditemukan tindak pidana. Pendapat berbeda disampaikan akademisi yakni Dekan Fakultas Hukum UKAW Kupang, Melkianus Ndaumanu. Menurutnya ada unsur pindana dalam kasus itu. Tergantung penerapan pasal oleh penyidik.

Selasa (10/3), Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT Binti, SIK ketika ditemui di ruang kerjanya menyatakan pihaknya mengembalikan masker ke pemiliknya karena tidak ada pelanggaran aturan. “Kita koordinasi dengan Dinkes tidak ada yang menyalahi aturan sehingga kita kembalikan masker tersebut kepada pemilik,” jelas Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT Binti.

Dirinya menjelaskan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap empat orang pemilik masker. Hasilnya tidak ditemukan ada yang menyalahi aturan. Pengiriman alat kesehatan berupa masker tersebut merupakan kebutuhan antardistributor yang ada di Jakarta.

“Sejauh ini kita tetap pantau di apotek, terutama untuk kestabilan harga masker, karena jangan sampai ada ketidakwajaran harga yang dapat meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Terkait penerima masker apakah juga dilakukan klarifikasi, Kapolres Kupang Kota mengatakan tidak ada yang dilakukan klarifikasi. Hanya pengirim dari Kota Kupang yang sudah dilakukan klarifikasi.

Pada kesempatan itu Kapolres Kupang Kota juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak panik. Karena jika kepanikan yang ditanggapi dengan salah oleh masyarakat akan terjadi kekacauan publik.

“Jika masyarakat ada yang mengetahui harga masker yang dijual di luar batas kewajaran bisa diinformasikan kepada kami sehingga kami bisa berkoordinasi dengan pihak Dinkes,” pungkasnya.

Ada Unsur Pidana

Dekan Fakultas Hukum UKAW Kupang Melkianus Ndaumanu yang dimintai tanggapannya terkait dampak hukum yang bisa dikenakan kepada pemilik masker mengatakan bisa dikenakan pasal pidana perdagangan.

Dikatakan, di sejumlah daerah lain di Indonesia sudah ada penerapan pasal ini kepada oknum yang tertangkap dengan sengaja memanfaatkan momen dan situasi untuk meraup keuntungan dari isu virus corona karena menjual masker serta menimbunnya.

“Ini bisa dikenakan pasal pidana perdagangan, penimbunan atau menjual barang tanpa ijin serta perlindungan konsumen. Tergantung konstruksi hukum yang diterapkan penyidik,” ujar Melki kepada Timor Express di GOR Oepoi Kupang usai mengikuti acara Wisuda Sarjana UKAW Kupang, Selasa (10/3).

Menurut Melki, dengan kondisi yang sementara krisis, dijual dengan harga yang tinggi dan masyarakat sangat membutuhkan namun masih ada oknum yang berusaha mengirim dengan jumlah yang banyak ke luar daerah itu tidak dibenarkan.

“Upaya pencegahan yang dilakukan polisi sudah tepat dan tinggal bagaimana penerapan pasal pidananya. Karena ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan,” ujarnya.

Disebutkan bahwa di daerah lain di Pulau Jawa terdapat oknum yang sengaja menimbun lalu dijual dengan harga yang tinggi maka pihak kepolisian harus jeli dalam melihat ini.

“Memang ada berbagai tahapan dalam proses pengungkapan sebuah kasus sesuai dengan tahapannya sehingga namun perbuatan tindakan pidana ini harus diperjelas,” tegas.

Sebagai akademisi, dirinya mengharapkan agar proses penegakan hukum mulai dari penyelidikan, penyidikan sampai pada penetapan tersangka memberikan hukuman yang sesuai dengan aturan yang berlaku. “Jika ada tindakan pidana, penerapan pasal dan hukumannya sesuai dengn pembuatan,” tandas Melki.

Hal yang sama disampaikan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Unwira Kupang, Rony Talan. Dirinya mengatakan, penyidik dalam hal ini polisi harus memastikan motif dari pengiriman masker dalam jumlah banyak itu. Dia meragukan kalau itu murni kebutuhan distributor. “Masker itu diproduksi di luar NTT, berarti dikirim ke NTT sesuai kebutuhan dan melayani pembeli di NTT. Apalagi kebutuhan saat ini sangat tinggi, kenapa dia tidak melayani konsumen di NTT? Ada apa ini?” ujar Rony, Senin (9/3).

Seharusnya, ujar dosen FH Unwira itu, polisi melakukan penyelidikan lebih jauh untuk memastikan ada indikasi pidana dalam upaya pengiriman masker dalam jumlah banyak itu. Apalagi di daerah lain sudah ada yang dijerat hukum dalam kasus yang sama.

Contoh kasus yang terjadi di Jakarta yakni pelaku dijerat dengan Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (mg22/mg29/ito)

 

KRONOLOGIS KASUS 8 KOLI MASKER

1. Kamis (5/3), polisi menggagalkan pengiriman ke Jakarta di Kargo Bandara El Tari
2. BB sebanyak 8 koli diamankan
3. Jumat (6/3) polisi menerangkan 2 orang pengirim masih di luar Kupang
4. Polisi tidak menjelaskan pemeriksaan terhadap pemilik yang diduga Apotek Kimia Farma
5. Selasa (10/3) polisi mengembalikan masker karena tidak melanggar aturan

Sumber: Olahan Timex



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!