Kupang Bebas Pemantauan Covid 19 – Timor Express

Timor Express

METRO

Kupang Bebas Pemantauan Covid 19

Hingga kini status RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang masih bebas Covid-19. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Johannes Kupang, dr. Stef Soka saat menerima kunjungan anggota Komisi V DPRD NTT, di RSUD Johannes Kupang, Jumat (13/3), mengatakan sejauh ini tidak ada orang dalam pemantauan covid-19. Sebagai rumah sakit yang dipercaya sebagai tempat rujukan tentu selalu siaga melakukan penanganan medis. Melalui dukungan fasilitas sarana prasarana dan ketersediaan tenaga medis tentu memudahkan untuk melakukan pelayanan.
“Sampai saat ini status orang dalam pemantauan covid-19 tidak ada,” ujarnya singkat.

Menurut Stef, pihaknya lebih fokus melayani kasus DBD yang jumlahnya fluktuatif. Minggu lalu jumlahnya sudah berkurang. Namun satu minggu terakhir ini kembali meningkat. Untuk kasus DBD, ada beberapa yang sampai posisi shock dan klinisnya memburuk, tetapi setelah penanganan di ruang ICU maupun ruang anak sudah membaik. “Pasien pasien DBD di Kota Kupang tersebar di rumah sakit sehingga kalau di sini fluktuatif. Tentu juga ada peningkatan di rumah sakit lain. sehingga kita minta masyarakat selalu waspada,” ujarnya.

Ia mengatakan sesuai data pasien DBD jumlahnya 122 orang dan yang meninggal 1 orang. Pasien DBD yang meninggal ini juga saat tiba sudah kritis. Ia dirujuk dari salah satu rumah sakit di Kota Kupang. Ia mengatakan untuk tahun ini pasien DBD yang mengalami DSS cukup banyak, sehingga tentu membutuhkan tambahan ruang khusus NICU untuk anak karena selama ini bergabung dengan orang dewasa.

“Kapasitas di NICU 21 orang. Beberapa waktu lalu overload hingga 26 orang, tapi kita masih bisa tampung,” ujarnya.
Sementara Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa, saat dikonfirmasi mengatakan masyarakat harus selalu waspada terhadap sejumlah kasus yang terjadi seperti virus korona dan kasus DBD.

Memang untuk sementara NTT bebas virus korona, tetapi sebaiknya selalu waspada agar tidak terjadi dan tidak boleh masuk di wilayah NTT. Kalaupun ada indikasi, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat, sehingga bisa ditangani medis. Seperti yang terjadi sebelumnya dua orang dalam pantauan sudah dipulangkan karena negatif. Ini tentu menjadi pengalaman.

“Soal virus korona untuk sementara belum ada yang ditangani. Kemarin terpantau dua orang tapi negatif. Ini informasi baik untuk kita semua. Tetapi kewaspadaan itu penting,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah untuk fokus melakukan penanganan serius terhadap kasus DBD yang sedang terjadi di sejumlah kabupaten di NTT. Kasus DBD sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga butuh penanganan serius. Sebab saat ini jumlah pasien yang sedang ditangani medis cukup banyak bahkan 39 pasien sudah meninggal untuk NTT. Sementara itu, Asisten I Setda NTT, Jamaludin Ahmad meminta masyarakat untuk menyebarkan informasi yang benar. Seperti yang terjadi belum lama ini masyarakat dihebohkan dengan informasi hoaks yang sempat beredar luas di media sosial bahwa ada dua orang postif terkena korona dan sedang dirawat di RSUD Johannes. Padahal, informasi itu tidak benar. Yang terjadi adalah dua orang dalam pemantauan dan statusnya sudah dipulangkan.

Jamaludin mengatakan saat ini NTT bebas korona. Untuk itu perlu waspada dan hati hati. Semua masyarakat tentu berharap virus tidak boleh masuk di NTT. Sebagai langkah waspada pemerintah saat ini memperketat pengawasan di bandara, pintu pos lintas batas dan pelabuhan. Tentunya berharap pula virus cepat diatasi sehingga tidak membatasi iven nasional yang terjadi di daerah ini.

“Kita harap even nasional lancar di daerah kita. Sekarang di batas negara Belu, TTU, Malaka, pelabuhan dan bandara diperketat pemeriksaan. Pemeriksa sudah pasang termoskener mahal untuk deteksi setiap pengunjung yang masuk,” tandas Jamaludin saat membuka kegiatan pertemuan Bakohumas Lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang berlangsung di aula Cendana Hotel Papa Jon’s, Jumat (13/3). (mg33/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!