Keuskupan Ruteng Misa Lewat Radio dan Online – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Keuskupan Ruteng Misa Lewat Radio dan Online

SEPI. Gereja Paroki St Mikhael Kumba sepi dan tidak ada aktivitas misa, Minggu (22/3).

FANSI RUNGGAT/TIMEX

RUTENG, TIMEX – Selama 14 hari ke depan, Keuskupan Ruteng menghentikan total kegiatan keagamaan yang menghimpun orang banyak atau hindari kerumunan. Termasuk perayaan misa hari Minggu. Umat diminta misa di rumah melalui radio lokal dan misa online.

Semua ini demi menghambat penyebaran Covid-19. Keputusan itu dikeluarkan Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat melalui instruksi pastoral nomor: 001/I.I/III/2020. Istruksi dibuat dan berlaku, Sabtu (21/3) hingga Jumat (3/4) mendatang. Ditujukan kepada imam, biarawan/wati dan umat di Keuskupan Ruteng.

Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat dalam instruksinya yang diterima Timor Express, Sabtu (21/3), menyampaikan bahwa instruksi yang dikeluarkan setelah memperhatikan instruksi pemerintah pusat, Gubernur NTT dan imbauan Asministrator Apostolik Keuskupan Ruteng. Tujuan semua dalam upaya pencegahan virus corona.

Keuskupan Ruteng menginstruksikan bahwa semua wajib memperhatikan dan mematuhi dengan seksama protokol pencegahan penyebaran virus corona yang dikeluarkan pemerintah. Selain itu, dalam rangka menghindari kerumunan, perayaan misa hari Minggu dan harian, kunjungan kelompok dan katekese umat ditiadakan.

Juga ditiadakan kegiatan rekoleksi, jalan salib, ibadat tobat masal, latihan koor dan pembinaan-pembinaan sakramen. Untuk misa hari Minggu, umat dapat mengikuti misa melalui radio Ntala Gewang pukul 07.00 dan pukul 06.00. Bisa juga misa-misa online.

Selain itu, misa pribadi dengan warga pastoran atau dalam komunitas kecil, pelayanan minyak suci, pengakuan pribadi, baptis darurat, komuni orang sakit, ibadat penguburan, dapat dijalankan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Juga instruksinya, umat hendaknya tetap melaksanakan doa, ibadat, baca kitab suci dan jalan salib dalam keluarga.

“Secara khusus perlu mendoakan agar badai virus corona cepat berlalu dan kita selalu dalam perindungan Tuhan. Kita jangan berhenti berdoa,” ajak Uskup.

Dikatakan, paroki perlu bekerja sama dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mendata umat berdasarkan kategori pelaku perjalanan dari daerah terpapar, kontak erat risiko rendah atau yang pernah berkontak dengan ODP dan PDP. Juga paroki perlu menggalang solidaritas umat, berupa perhatian, dana dan materi dalam rangka pencegahan dan penanganan virus corona.

Dalam instruksi itu, pastor paroki, para imam, biarawan, biarawati dan pelayan pastoral lainnya mesti terlibat pencegahan dan penanganan kasus virus corona. Itu dalam usaha-usaha promosi, melalui pembiasaan perilaku hidup sehat, seperti cuci tangan, makan yang sehat, istirahat yang cukup, menghindari kerumunan, menjaga jarak sosial dan bersalaman tanpa berjabat tangan.

Diinstruksikan juga, semua sekolah Katolik dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi mengikuti instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Anak-anak asrama perlu dirumahkan. Pelayanan perayaan pekan suci akan disampaikan kemudian pada waktunya.

“Instruksi ini mulai berlaku 14 hari, terhitung sejak, Sabtu sore tanggal 21 Maret 2020 sampai Jumat 3 April 2020. Perpanjangan masa berlakunya akan dibuat setelah melihat perkembangan situasi umum yang terjadi dan akan diumumkan pada waktunya,” tulis Uskup.

Pantauan Timor Express, Minggu (22/3) sejumlah gereja paroki dan kapela di dalam Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tampak sepi, karena tidak ada perayaan misa hari Minggu seperti biasanya. Kota tanpa ada lalu lalu lalang manusia. Kondisi ini tidak hanya dalam Kota Borong, juga wilayah lain di Kabupaten Matim.

Sebut saja rumah ibadah di sepanjang jalur Kota Borong-Kota Ruteng. Sepi dan tidak ada misa dan ibadat. Sebut saja Gereja Paroki Sok wilayah Kecamatan Borong, Kapela Golo Mongkok wilayah Kecamatan Rana Mese, Gereja Paroki Sita wilayah Kecamatan Rana Mese, Kapela Rentung wilayah Kecamatan Rana Mese dan Kapela Bealaing wilayah ke Kecamatan Poco Ranaka.

Tampak sejumlah gereja dan kapela wilayah Keuskupan Ruteng di Kabupaten Manggarai, sebut saja Gereja Paroki Robo dan Paroki Poka di wilayah Kecamatan Wae Ri’i, Kapela Carep wilayah Kota Ruteng dan seluruh gereja Paroki dalam Kota Ruteng termasuk gereja Katedral, pintu gerbang gereja ditutup. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!