RSU T.C. Hillers Kekurangan APD – Timor Express

Timor Express

METRO

RSU T.C. Hillers Kekurangan APD

MAUMERE, TIMEX – Kekurangan alat pengaman diri (APD) tak hanya dialami rumah sakit di Kota Kupang. RSU T.ZC. Hiller Maumere juga menyatakan sangat kekurangan sehingga perlu langkah cepat pemerintah.

RSU T.C. Hillers akan lebih fokus melayani pasien yang merupakan warga Kabupaten Sikka. Pelayanan akan diberikan bagi pasien dari luar Kabupaten Sikka, jika APD sudah mencukupi.

“Untuk sementara ini kami lebih fokus pada pelayanan bagi pasien asal kabupaten Sikka ketimbang pasien rujukan dari daerah lain. Hal ini karena APD nya masih sangat minim,” ungkap Sekretaris Dinas kesehatan kabupaten Sikka dr. Clara Francis kepada media ini Minggu (22/3) di Posko satuan gugus tugas covid 19 kabupaten Sikka.

Dijelaskan, dalam upaya pencegahan covid-19 setiap tempat vital selalu diawasi dengan ketat, seperti di bandara Frans Seda dan pelabuhan Lorens Say. Di Bandara Frans Seda, lanjutnya, sudah ditempatkan posko dan personel untuk mengawasi setiap pendatang baru baik dari wilayah terdampak maupun bukan dari wilayah terdampak.
Hal yang sama juga dilakukan di pelabuhan Frans Seda, yang saat ini sudah ditempatkan satu Posko dibawah pengawasan KP3 Laut. Sementara untuk darat juga sudah bekerja sama dengan dinas perhubungan udara, bahkan sudah diijinkan satu ruangan khusus untuk mengkarantina warga yang berstatus ODP. Clara berharap, walaupun dengan keterbatasan ADP para petugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu Clara memohon adanya dukungan dari berbagai pihak.

“Untuk Bandara Frans Seda dan pelabuhan Lorens Say, saat ini sudah ada poskonya dan dilengkapi dengan personelnya. Walaupun dengan keterbatasan peralatan, namun para petugas tetap menjalankan tugasnya dengn baik. Kami berharap adanya dukungan dari pihak lain,” ungkap Clara.

Ia juga menyampaikan hal ini sesuai dengan yang disampaikan bupati Sikka Fransikus Roberto Diogo dalam keterangan pers, Jumat (20/3), yakni pelayanan kesehatan bagi pasien ODP lebih dikhususkan bagi warga masyarakat Sikka, sepanjang APD masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pasien rujukan dari daerah lain harus ditolak. “Hal ini karena APD kita masih sangat terbatas. Pelayanan bagi pasien rujukan dari daerah lain dilayani apabila ADP sudah mencukupi,” ungkap Clara.

Hal yang sama juga disampaikan salah seorang dokter spesialis penyakit dalam dr. Asep Purnama yakni di tempat-tempat vital harus dijaga dengan ketat. Asep berharap para petugas di bandara maupun laut harus selalu siap menjalankan tugasnya dengan baik. Persiapan yang dimulai dari personel dan peralatan yang dibutuhkan. Peralatan yang dimaksudkan Asep misalnya srceening. jika ada orang yang datang dari daerah terpapar harus dilakukan Self isolation selama 14 hari dengan tetap dipantau oleh pihak Puskesmas setempat.

“Harus dipastikn apakah pada setiap tempat-tempat vital seperti bandara dan pelabuhan laut sudah ditempatkan personil apa belum. Sudah disiapkan screening apa belum. Sementara orang yang datang dari daerah terpapar harus diisolasi selama 14 hari,” kata Asep. (kr5/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!