* Laboratorium PCR RSUD Johannes dan SDM Siap – Timor Express

Timor Express

METRO

* Laboratorium PCR RSUD Johannes dan SDM Siap

Saatnya Uji Sendiri Swab

Tinggal Menunggu Reagen

KUPANG, TIMEX-Harapan untuk segera melakukan uji sendiri swab segera terealisasi. Ini setelah semua fasilitas pendukung plus sumber daya manusia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. W.Z Johannes Kupang tersedia. Tinggal menanti reagen sebagai salah satu komponen penting dalam uji PCR (polymerace chain reaction) yang dikabarkan segera tiba.

Kepala Dinas Kesehatan NTT Dominikus Mere kepada koran ini, Selasa (28/4) mengatakan, laboratorium yang mendukung uji Polymerase Chain Reaction (PCR) sudah dibangun di RSU Prof. W.Z Johannes Kupang. “Fasilitas pendukung seperti perluasan ruangan, ruang bertekanan negatif dan dukungan sumber daya manusia sudah tersedia,” jelas Domi Mere.

Mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Ende ini mengatakan, saat ini tinggal menunggu reagen yang didatangkan dari Jakarta. “Jika sudah tiba maka sudah bisa digunakan. Peralatan penunjang PCR dan laboratorium sudah tiba yang dibawa langsung teknisi dari Jakarta. Saat ini sedang rakit peralatan PCR, sekalian melakukan on the job training terkait peralatan itu,” jelas Domi Mere lagi.

Dikatakan, alat tes PCR milik RSU Kupang ini sekali periksa bisa 24 sampai 72 sampel swab. “Tetapi rencananya dalam sehari dilakukan 48 sampel swab,” kata Domi.

Domi juga menjelaskan, NTT juga mendapat bantuan alat PCR dari Badan POM Jawa Timur. Namun, kapasitasnya lebih kecil dari milik RSU Kupang. “Kekuatan sekali periksa 36 sampel swab,” jelasnya.

Ia menjelaskan, semua petugas laboratorium dan petugas ruang tekanan negatif disiapkan alat pengaman diri (APD) lengkap standar level tiga. Dan pemakaiaannya satu kali saja. Sehingga perlu kesiapan APD yang memadai dan lengkap sebab penanganan Covid-19 sangat berisiko sehingga perlu didukung pengamanan yang tinggi.

Domi juga menjelaskan, untuk persediaan APD masih mencukupi. Bantuan dari Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Nasional masih cukup. Saat ini APD sedang dipaking untuk dikirim ke kabupaten/kota. Untuk pengiriman antarpulau membutuhkan waktu
karena menggunakan kapal laut. Penerbangan lokal saat ini belum ada yang beroperasi.

Pada kesempatan itu, Domi Mere juga menjelaskan, sampai Selasa kemarin, sampel swab yang dikirim untuk diuji sebanyak 75 sampel. Hasilnya, 51 sampel negatif, 23 sampel belum ada hasil. Sedangkan satu sampel positif tetapi informasi hasil
pemeriksaan swab kedua negatif.

Sementara Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa mengatakan anggota Komisi V DPRD NTT akan melakukan peninjauan langsung untuk melihat dari dekat kesiapan gedung dan semua fasilitas laboratorium PCR milik RSU Prof. W.Z Johannes Kupang. Ia mengatakan, ini dilakukan untuk memastikan kesiapan laboratorium PCR RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang.

“Besok (hari ini, Red) kita turun lokasi untuk lihat kesiapannya,” sebut Yunus. Ia mengatakan, sesuai pemaparan Dirut RSUD Johannes, untuk dukungan kesiapan laboratorium semua sudah memadai. Seperti fasilitas gedung, sejumlah unit ruang
bertekanan negatif dan dukungan sumber daya sudah memadai. Sedangkan untuk reagen PCR belum dipastikan apakah sudah tiba atau belum.

Ia mengatakan, kehadiran wakil rakyat sebagai bentuk dukungan untuk para medis. Sehingga dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan pengujian swab. “Tentunya laboratorium PCR akan memudahkan pemeriksaan swab. Selama ini pemeriksaan hanya bisa
dilakukan di Jakarta dan Surabaya,” kata Yunus.

Akibatnya butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya. Selain itu, jumlahnya juga terbatas. “Selama ini pemeriksaan sampel swab butuh waktu lama baru bisa ketahui hasilnya. Tetapi sekarang sudah bisa dilakukan di Kupang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan hasil rapid test lebih prioritas untuk kebutuhan yang mendesak seperti OTG, OPD dan PDP. Sedangkan pemeriksaan masal belum tepat dilakukan. Sehingga hadirnya laboratorium PCR sangat memudahkan pemeriksaan. Ia berharap konsolidasi penanganannya terarah dan terpadu sehingga tidak kesulitan dalam pemeriksan swab. (mg33/ito)

3 METODE TES COVID-19

1. Polymerase Chain Reaction (PCR)
* Metode paling efektif mendeteksi Covid-19.
* Caranya dengan mengambil sample lendir (swab) di tenggorokan atau hidung.
* Butuh waktu 3 hari untuk ketahui hasil.
* Namun lebih mahal.

REAGEN
* Bahan yang dipakai dalam reaksi kimia.
* Komponen penting dalam uji swab.
* Sebelum diteliti di mesin PCR, swab dicampur dengan reagen.

BSL 3

Laboratoriumnya memenuhi salah satu standar penguji PCR yakni punya fasilitas biosafety level (BSL) 3.
Yakni memberi perlindungan bagi penguji dan lingkungan dari ancaman infeksi penyakit yang diteliti.

——————————-

2. RAPID TEST
* Menguji sampel darah untuk deteksi immunoglobulin (antibodi).
* Dilakukan dimana saja.
* Hasilnya 15-20 menit.

——————————

3. TES CEPAT MOLEKULAR (TCM)
* Metode ini memakai dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.
* Hasilnya dalam 2 jam.
* Lebih cocok untuk tes penyakit tuberkolosis (TB).

SUMBER: DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!