Air Terjun Deku Watu Destinasi Wisata Baru – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Air Terjun Deku Watu Destinasi Wisata Baru

TEMPAT WISATA. Inilah air terjun Deku Watu yang menjadi destinasi pariwisata baru di Kabupaten Sumba Barat Daya.

EDI BIREN/TIMEX

Di Kabupaten SBD

TAMBOLAKA, TIMEX – Tidak jauh dari air terjun Waikelo Sawah yang sudah dikenal luas masyarakat Sumba Barat Daya (SBD), terdapat sebuah lokasi air terjun yang walaupun kecil, namun sangat unik.

Letaknya yang tersembunyi di tengah areal persawahan, menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, untuk menuju ke lokasi tersebut pengunjung harus menyusuri pematang sawah.

Dalam perjalanan, wisatawan bisa menikmati desiran air di selokan saluran irigasi, disertai aroma padi yang sedang menghijau memiliki nilai magis yang membawa kenyamanan dan kenikmatan tersendiri.

Air terjun yang bernama Deku Watu tersebut terletak di Desa Tematana Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya.

Menurut mantan Kepala Desa Tematana, Yulius Bulu Tanggela, air terjun ini disebut Deku Watu karena struktur air terjun terdiri dari susunan batu dari tepi yang satu ke tepian yang lain sehingga apabila orang hendak  menyeberangi kali tersebutm maka harus melalui batu-batu yang tersusun secara alami.

Di tengah-tengah kali, berdiri kokoh sebatang pohon yang sangat besar yang membuat air kali terbelah menjadi dua. Kedua aliran kali itu kemudian menjadi air terjun yang bertangga-tangga, sehinga walaupun tingginya tidak seberapa, hanya sekitar 3 meter, namun memiliki daya tarik yang luar biasa oleh keindahannya.

Hal menarik lainnya adalah air terjun ini sangat jernih dan sejuk. Lokasi  sekitar air terjun Deku Watu tidak panas, karena dilindungi oleh bayangan pohon-pohon yang mengitari kali tersebut.

Yulius Bulu Tanggela mengatakan, struktur kali Waikelo Sawah  seluruhnya bertangga-tangga. “Air ini sudah begitu memang, sekitar 15 meter dia bertangga-tangga sehingga menjadi air terjun kecil sampai di kali Polapare,” katanya.

Sebelumnya tempat ini menjadi tempat bermain anak-anak. Selain itu masyarakat lokal selalu ke tempat tersebut untuk memancing. Namun demikian menurutnya baru mulai ramai sejak tahun 2017, karena dipromosi melalui media sosial, terutama sejak duta wisata Sumba Barat Daya mulai aktif mempromosikan Deku Watu sebagai destinasi wisata yang baru.

Dirinya yakin bahwa pemerintah desa saat ini dengan dana yang lebih besar dapat mengelola dan menata air terjun Deku Watu menjadi lebih menarik untuk wisatawan.

Sementara, Kepala Desa Tematana, Yohanes Tanggela menegaskan, pemerintah desa akan menata lokas air terjun Deku Watu menjadi destinasi wisata yang dapat membawa dampak ekonomi bagi masyarakat maupun menambah PAD desa.

“Deku Watu ini untuk kami di sini biasa-biasa saja. Kami tidak tau kalau tempat itu indah. Karena itu pemerintah desa belum berpikir untuk menata daerah tersebut. Baru setelah duta wisata ini mempromosikannya melalui media sosial,” katanya.

Hal yang akan dilakukan pemerintah desa dalam rangka menata Deku Watu menurutnya adalah membuat jalan setapak di pematang sawah dengan memperlebar pematang yang akan menjadi jalan menuju lokasi air terjun. Selain itu, menyiapkan tempat parkir yang aman bagi pengunjung serta menata daerah sekitar lokasi agar menjadi lebih nyaman dan menarik dengan membangun lopo dan sebagainya.

Niat kepala desa didukung Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Lodowik L Raya bahwa dengan dana desa yang ada pemerintah desa  seharusnya menggali potensi desa memaksimalkan potensi tersebut untuk menjadi sumber pendapatan asli desa. Tempat ini menurut Lodowik bisa dikembangkan menjadi ekowisata.

Pemerintah desa dapat menata dan mengembangkannya dan masyarakat desa dapat memperoleh keuntungan dari keberadaan lokasi wisata tersebut. Selain itu, pengelolaan ekowisata sebainya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa agar lebih terarah.

Hal lain yang tidak kalah pentingnnya dalam pengelolaan ekowisata Deku Watu menurut Lodowik, adanya peraturan desa yang menjadi payung hukum pengelolaan destinasi wisata, sekaligus menjadi dasar hukum dilakukannya pungutan di daerah wisata. Baih pungutan parkir, toilet umum dan lain sebagainya.

Hal ini penting untuk menjamin kenyamanan wisatwan, tetapi juga sebaliknya menjamin kenyamanan dan keselamatan pemerintah desa maupun BUMDesa sebagai pengelola ekowisata tersebut. (mg28/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!