Berkas Andi Botha Dilimpah ke Jaksa – Timor Express

Timor Express

METRO

Berkas Andi Botha Dilimpah ke Jaksa

KUPANG, TIMEX – Tim penyidik Subnit IV, Unit Pidum, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kupang Kota segera melimpahkan berkas perkara tersangka Andi Botha (AB) ke jaksa peneliti di Kejari Kota Kupang.

Pelimpahan berkas perkara tahap pertama dilakukan penyidik setelah merampungkan pemberkasan terhadap penyidikan perkara tersangka AB yang berprofesi sebagai sipir Rutan Klas 2B Kupang.

Tersangka AB diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan korban Mikael Manoh, tahanan Rutan Kelas 2B Kupang hingga meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Pinten Bagus Satrianing Budi

Pinten Bagus Satrianing Budi

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Pinten Bagus Satrianing Budi yang dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (10/4), mengatakan, tim penyidik yang dipercayakan menangani perkara tersebut telah merampungkan penyidikan.

“Segera dilimpahkan ke jaksa peneliti di Kejari Kota Kupang,” kata Pinten.

Ia katakan, untuk merampungkan penyidikan, tim penyidik telah memeriksa 12 orang saksi yang terdiri atas 6 orang tahanan dan 6 orang sipir di Rutan Klas 2B Kupang.

“Kita baru saja periksa beberapa tahanan di Lapas Klas 2A Kupang sebagai saksi. Para saksi saat diperiksa tetap didampingi LPSK,” kata Pinten lagi.

Dijelaksan, para tahanan tersebut sebelumnya ditahan di Rutan Klas 2B Kupang, namun dipindahkan ke Lapas Klas 2A Kupang setelah mendapat perlindungan LPSK.

Para tahanan itu disebut-sebut menjadi saksi kunci kasus pengeroyokan korban Mikael Manoh. Mereka sebelumnya pernah diperiksa, namun penyidik menilai mereka masih ragu-ragu dalam memberikan keterangan, sehingga penyidik kemudian meminta bantuan LPSK.

Para saksi tersebut sebelumnya pernah diperiksa untuk perkara tiga tersangka utama, masing-masing Daniel Soleman Maumang, Yohanes Leonardus Ringgi dan Hendro Noelnoni.

Sementara tersangka Andi Botha dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sebagai sipir, dia juga dijerat Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal dunia. (joo)

 

 

 

 



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!