Peluru Hasil Otopsi Dibawa ke Labfor – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Peluru Hasil Otopsi Dibawa ke Labfor

OTOPSI. Jenazah Ferdinandus Taruk di ruang jenazah RSUD Ben Mboi Ruteng sebelum di otopsi, Minggu (8/4) malam.

FANSI RUNGGAT/TIMEX

RUTENG, TIMEX – Otopsi jenazah Ferdinandus Taruk, 24, korban penembakan di Kelurahan Karot Kecamatan Langke Rembong, sudah dilakukan tim Labfor Polda Bali, Minggu (8/4) malam. Polisi belum bisa ungkap jenis pelurunya.

Pantauan Timor Express, otopsi dilakukan di salah satu kamar jenazah RSUD Ben Mboi Ruteng dan dimulai pukul 20.15 dan selesai pukul 22.45. Usai otopsi, tim Labfor langsung pulang dengan membawa serta benda diduga proyektil dari dalam kepala korban.

Di luar ruangan jenazah, ratusan keluarga dan sahabat korban menanti proses otopsi yang dilakukan. Sejumlah anggota polisi dipimpin Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian mengawal jalannya otopsi. Tidak ada penjelasan dari pihak kepolisian kepada wartawan terkait hasil otopsi.

Proses otopsi dibantu dokter bedah RSUD Ben Mboi Ruteng dan disaksikan dua orang dari perwakilan keluarga korban. Setelah diotopsi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Karot Kecamatan Langke Rembong.

Keluarga korban, Yos Syukur yang ditemui Timor Express di sekitar ruangan jenazah RSUD Ben Mboi Ruteng, Minggu (8/4) malam, menyampaikan apresiasi kepada Polres Manggarai yang telah mendatangkan tim Labfor Bali untuk mengangkat peluru di kepala korban. Dia berharap, pelakunya secepatnya diungkap.

“Kami tetap serahkan kasus ini ke Polres Manggarai. Apalagi semua saksi saat terjadi penembakan sudah diperiksa. Sekarang Polres Manggarai sudah mendatangkan Labfor untuk bisa mengeluarkan dan memeriksa peluru yang bersarang di kepala korban,” katanya.

Dikatakan, publik khususnya keluarga korban tetap menanti hasil otopsi yang dilakukan pihak kepolisian. Sehingga polisi bisa ungkap pelakunya. Tentu harapanya, Polres Manggarai harus memberikan jaminan bahwa tidak akan terjadi manipulasi terhadap jenis dan nomor peluru yang berhasil dikeluarkan dari kepala korban.

“Ini demi menepis kekhawatiran publik soal kejujuran dan profesionalisme aparat. Ini juga penting untuk menjaga situasi keamanan di tengah masyarakat,” bilangnya.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian yang dikonfirmasi lewat HP, Senin (9/4) menjelaskan, otopsi yang dilakukan merupakan rangkaian proses penyelidikan terhadap kasus penembakan yang terjadi di Kelurahan Karot, Selasa (8/4) malam sekira 24.00.

Dikatakan, tim Labfor sudah berhasil mengelurkan benda yang diduga peluru dari dalam kepala korban. Namun pihaknya saat ini belum bisa menjelaskan itu proyektil jenis apa. Karena setelah dikeluarkan dari kepala korban, harus dibawa ke tempat uji balistik. Polres Manggarai nantinya akan mendapat hasil pengujian dari balistik.

“Yang pasti kami sangat serius untuk ungkap kasus ini. Kami sudah datangkan ahli Labfor untuk angkat proyektil dari kepala korban dan sudah dibawa ke balistik untuk mengujinya. Hasilnya nanti kami dapat dari balistik melalui surat resmi. Otopsi ini merupakan rangkaian dari proses penyelidikan. Saksi-saksi juga sudah kami periksa,” jelasnya. (krf3/ays)

 

 



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!