Ajar Siswa Tentang Literasi Ekonomi – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Ajar Siswa Tentang Literasi Ekonomi

POSE.Kepala SMAN 3 Kupang, Selfina Dethan pose bersama para leader saat workshop tentang literasi ekonomi dan latihan kepemimpinan kepada siswa di SMAN 3 Kupang, Selasa (28/5).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

GEA Project-SMAN 3 Gelar Latihan

KUPANG, TIMEX-Sebuah organisasi nirlaba internasional, Global Economic Awareness (GEA) Project bekerja sama dengan SMA Negeri 3 Kota Kupang menggelar workshop tentang literasi ekonomi, Selasa (28/5).

Literasi ekonomi dipandang penting karena proses perjalanan kehidupan manusia bersentuhan dengan ekonomi,sehingga pengetahuan tentang perkembangan dan isu-isu ekonomi perlu dikenalkan sejak dini.

Albert Codorniu, salah satu pimmpinan GEA saat ditemui Timor Express di sela-sela worksohp di SMAN 3 Kupang menjelaskan, program ini dilaksanakan di seluruh dunia dengan menyasar kaum muda. Beberapa negara lain yang menjadi tujuan program ini, seperti Kenya, India, Thailand, Afrika Selatan, Banglades dan Botsona.

“Anak-anak diberikan pemahaman tentang ekonomi mikro dan makro, serta isu-isu perkembangan ekonomi secara global. Selain tentang ekonomi, siswa juga dilatih bagaimana menjadi pemimpin atau leadership,” ujar Albert Codorniu.

Siswa diajarkan bagaimana bisa berbicara di depan banyak orang, berdiskusi dan berbahasa Inggris dengan baik, sehingga jiwa kepemimpinan siswa dapat terlatih.

Sementara Tom Barker yang juga pimpinan GEA menambahkan, workshop ini merupakan yang ketiga kali diselenggarakan di Indonesia. Dan, NTT sudah dua kali terpilih dengan lokasi di SMAN 3 Kupang.

Literasi ekonomi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang isu-isu ekonomi secara makro dan mikro sekaligus isu ekonomi yang sedabg berkembang secara global.

Tom menuturkan, dengan workshop ini akan memberikan pemahaman kepada siswa, sehingga mudah menentukan pilihannya saat masuk ke jenjang perguruan tinggi. “Dengan pelatihan kepemimpinan, siswa mampu menyesuaikan diri di dunia kerja ketika tamat nanti,” katanya.

Kepala SMAN 3 Kupang, Selfina Dethan mengisahkan, GEA memilih SMAN 3 Kupang itu berawal ketika salah satu English Teaching Assisstant/ETA (guru bantu) asal Amerika, Nick Hughes bertugas di SMAN 3 tahun 2013/2014. Setelah pulang dan ada program ini, dirinya berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk membantu memfasilitasi.

“Untuk yang pertama kali di Indonesia bukan di Pulau Jawa atau kota besar lainnya, melainkan NTT dan SMAN 3 Kupang yang terpilih. Tahun ini kembali digelar di sini karena alasan fasilitas pendukung dan juga sekolah dapat mengorganisir siswa dengan sangat baik,” katanya.

Sebagai pimpinan, Selfina Dethan menyampaikan terima kasih karena sekolahnya dipercayakan untuk menggelar kegiatan tersebut. Kegiatan ini melatih siswa berpikir kritis, meningkatkan kepercayaan diri, membekali siswa dengan jiwa kepemimpinan. “Kami tentu berharap kegiatan ini tidak hanya sampai di sini, melainkan dapat terus dilakukan setiap tahun,” harapnya.

Ditambahkan kegiatan ini tidak hanya dilakukan untuk siswa SMAN 3 namun melibatkan siswa dari empat sekolah. Di antaranya SMA Kristen Mercusuar, SMAN 5 Kupang, SMA Kristen Tunas Bangsa dan SMA Kristen Citra Bangsa.

“Dalam kegiatan ini dibentuk perkelompok dan setelah menerima materi langsung praktek, sehingga bisa membentuk mental anak-anak. Apalagi diajar oleh orang dari luar negeri, ini yang memotivasi mereka lebih percaya diri,” ungkapnya.

Lanjutnya, metode pembelajaran atau kurikulum yang digunakan sangat bagus dan perlu diterapkan di sekolah. “Diselingi dengan game, sehingga siswa tidak bosan. Mereka ingin terus tampil maka dengan sendirinya mental mereka dilatih,” paparnya.

Untuk memperlancar kegiatan, dua guru SMAN 3 Kupang dilibatkan untuk mengorganisir peserta dan tempat kegiatan. Kedua guru itu, yakni Alfred Boby Tangkonda dan Agusanaterny Ully. Kedua guru tersebut juga dibantu beberapa guru Bahasa Inggris dari semua sekolah partisipan dan dua relawan.

Kegiatan itu terhitung tanggal 27-31 Mei 2019 dengan menghadirkan tujuh pembimbing. Tom Barker dari London, Albert Codorniu asal Spanyol, Halena Horn dan John Maruyama dari Amerika. Ada pula Yihan Pei asal China, Umer Sharif yang juga berasal dari London serta Anton Suwandi asal Indonesia.(mg29/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!