Rebutan Masuk Banggar, Fraksi Gabungan Bubar – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Rebutan Masuk Banggar, Fraksi Gabungan Bubar

DPRD Kota Kupang

Ramai-ramai Tinggalkan Hanura

KUPANG, TIMEX – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipastikan keluar dari Fraksi Gabungan Hanura, Berkarya, PPP, dan PSI Bersatu di DPRD Kota Kupang. Pasalnya pembahasan mengenai distribusi anggota Fraksi di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Kupang tidak menemui kata sepakat.

Anggota DPRD Kota Kupang asal PPP, Djainudin Lonek yang dikonfirmasi Timor Express, Jumat (13/9) mengatakan, PPP sebenarnya ingin diakomodir dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Kupang. Namun keinginan PPP tidak diakomodir. Padahal, Fraksi Gabungan Hanura, Berkarya, PPP, dan PSI mendapat kuota tiga orang untuk masuk dalam Banggar. Oleh karena itu, PPP memilih keluar dari fraksi gabungan tersebut, karena kepentingannya tidak terakomodir.

“Karena kepentingan partai tidak bisa dijawab atau diakomodir, maka kami memilih untuk keluar dan mencari koalisi dengan fraksi lain yang dimana kepentingan kami bisa diakomodir,” ujar Djainudin.

Ia menjelaskan meskipun PPP memilih keluar dari Fraksi Gabungan Hanura, Berkarya, PPP, PSI Bersatu, Namun, PPP tidak akan mengajak partai lain seperti Berkarya dan PSI untuk ikut keluar dari fraksi gabungan tersebut. Pasalnya, PPP tetap ingin menjaga keharmonisan hubungan para anggota DPRD dan partai politik di lingkup DPRD Kota Kupang.

Lebih lanjut, Djainudin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi NTT mengatakan PPP akan menjajaki peluang untuk bergabung dengan fraksi lain yang ada di DPRD Kota Kupang.

Selain itu, kata Djainudin, ada kemungkinan terbentuknya poros baru atau fraksi baru di DPRD Kota Kupang. Pasalnya, ada wacana bahwa Partai Berkarya dan PSI juga memilih keluar dari Fraksi Hanura, Berkarya, PPP, dan PSI Bersatu. Alasannya, karena kuota empat kursi cukup membentuk satu fraksi baru, yaitu PPP 2 kursi serta Berkarya dan PSI masing-masing satu kursi.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Kupang asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jefta Sooai mengaku PSI dipastikan mengikuti jejak PPP yang keluar dari fraksi gabungan Hanura, Berkarya, PPP, PSI Bersatu. Keluarnya PSI dari koalisi tersebut, karena tidak adanya kesepakatan menyangkut distribusi anggota fraksi di alat kelengkapan dewan. “Kami juga tidak bisa tetap di koalisi ini jika kami tidak mendapat kata sepakat. Kepentingan kami tidak diakomodir dan terkesan seperti kami hanya pelengkap saja, maka saya tidak mau mempertahankan. Saya juga sudah memasukkan surat pengunduran diri dari koalisi ini,” ujarnya.

Menurut Jefta, koalisi ini terdiri dari empat partai. Masing-masing partai punya kepentingan tersendiri. Namun dalam distribusi AKD, Partai Hanura sepertinya ingin menguasai seluruh jabatan di AKD. Partai lain ditinggalkan, sehingga tidak ada jalan lain, PSI mengikuti jejak PPP untuk meninggalkan fraksi gabungan.

Jefta juga mengaku sudah ada kesepakatan antara PPP, PSI dan Partai Berkarya untuk membentuk fraksi baru di DPRD Kota Kupang. “Tentunya kami memilih koalisi dengan fraksi yang mau mengakomodir kepentingan masing-masing fraksi. Tidak hanya satu fraksi saja,” terangnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kota Kupang, Habde Dami juga memastikan bahwa Partai Berkarya keluar dari Fraksi Gabungan Hanura Berkarya, PPP, PSI Bersatu. Ia beralasan Partai Berkarya belum mendapat kepastian politik.

Menurutnya, politik butuh satu kepastian. Tidak bisa sekedar omong. Habde mengaku, sebelumnya sudah ada komitmen bersama antara Partai Hanura dan Berkarya lewat surat perjanjian tentang pembentukan fraksi antara Partai Hanura dan Berkarya. Namun dalam perjalanan bergabung lagi dua partai, yaitu PPP dan PSI, sehingga sudah menjadi fraksi gemuk. Ini membuat komitmen awal antara Partai Hanura dan Berkarya dengan sendirinya gugur.

Habde mengatakan, keluarnya Partai Berkarya dari Fraksi Hanura Berkarya PPP PSI Bersatu, bukan mengikuti jejak langkah PSI dan PPP, namun dinamika yang terjadi tidak sesuai dengan konstelasi politik pada empat partai politik tersebut.

Terpisah, Ketua DPC Partai Hanura Kota Kupang, Melkianus Bale mengatakan ia belum mendapat kabar mundurnya Partai Berkarya, PSI, dan PPP dari Fraksi Gabungan Hanura, Berkarya PPP, PSI Bersatu. Namun jika benar, maka mestinya ada komunikasi dari ketiga partai tersebut bersama Partai Hanura. Menurut Melki, pembentukan Fraksi Gabungan Hanura Berkarya, PPP, PSI Bersatu sudah diparipurnakan dalam sidang, sehingga jika ada fraksi yang ingin keluar harusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu, kepada Partai Hanura.

Melki mengaku, sampai saat ini dirinya belum mendapat pemberitahuan soal pengunduran ketiga partai tersebut dari Fraksi Hanura, Berkarya PPP PSI Bersatu. Untuk itu, selaku Ketua DPC Hanura Kota Kupang, dirinya akan berkoordinasi dengan DPD Hanura NTT.
Terkait distribusi anggota fraksi yang tidak adil untuk AKD, Melki mengaku pembahasan distribusi anggota fraksi pada AKD sudah melalui musyawarah yang dihadiri oleh seluruh anggota fraksi. “Seharusnya, jika ada fraksi yang tidak puas dengan pendistribusian anggota fraksi pada alat Kelengkapan dewan harusnya dibicarakan secara baik-baik, jangan langsung mengambil keputusan. Semuanya bisa dilakukan dengan komunikasi yang baik,” terangnya. (mg25/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!