Si Kembar Dihabisi Ibu Kandung – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Si Kembar Dihabisi Ibu Kandung

MASIH DIRAWAT. Dewi Regina Ano (24) masih terbaring di RS S. K. Lerik Kota Kupang. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dipindahkan ke RSB Titus Uly Kupang. Diabadikan Jumat (13/9).

INTO HERISON TIHU/TIMEX

Tragedi Pembunuhan di Oesapa Barat

Motifnya Kecewa dengan Suami

KUPANG, TIMEX – Si pembunuh anak kembar, Angga dan Angki Masus, Kamis (5/9), adalah ibu kandung, Dewi Regina Ano (24). Dewi pun sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Dewi yang kini masih dirawat di RS S. K. Lerik Kota Kupang segera dipindahkan ke RSB Titus Uly. Pemeriksaan pun belum dilakukan oleh penyidik. Tersangka masih harus menjalani pemeriksaan oleh psikolog sebelum diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya P. P. T. Binti, S.IK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, IPTU Bobby Jacob mooynafi, SH.,MH di ruang kerjanya, Jumat (13/9), mengatakan sudah positif pembunuh anak kembar tersebut adalah ibu kandung.
Bobby mengakui penyidik sudah melakukan interogasi terhadap tersangka. Tersangka juga sudah mengakui perbuatannya. Motifnya adalah kurangnya kasih sayang dari suami.

Menurut Bobby, tersangka mengaku kecewa dan menaruh dendam terhadap suaminya Obir Masus (31) yang sering menganiayanya. Selain itu, kurang perhatian dan kasih sayang dari suaminya. Kebutuhannya pun tidak terpenuhi. “Tersangka melancarkan aksi pembunuhan ini sebagai bentuk balas dendam kepada suaminya,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Terkait motif tersebut, Bobby mengatakan penyidik belum bisa menyimpulkan kasus ini masuk kategori pembunuhan berencana atau tidak. Pasalnya, tersangka masih harus diperiksa lebih lanjut.

Menurut Bobby, kondisi kesehatan tersangka mulai membaik. Bahkan sudah bisa pulang. Oleh karena itu, penyidik akan segera menahan tersangka. “Kami akan menahan tersangka. Kami akan menitip tersangka di RSB Titus Uly Kupang untuk dirawat sampai pulih,” kata Bobby.

Dijelaskan, pengakuan tersangka akan disinkronkan dengan hasil olah TKP. Tersangka mengaku sebelum menghabisi kedua darah dagingnya itu, dirinya sempat membelikan makan ringan untuk korban di kios dekat TKP.

Usai berbelanja, kedua buah hatinya itu lalu diajak tidur di lantai beralaskan tikar. Setelah tidur, tersangka mengaku terus terbayang dendam dengan suaminya. Ia pun bangun dan mengangkat parang yang terselip di dinding rumah lalu menganiaya kedua korban di bagian kepala hingga tewas.

Setelah menghabisi kedua korban, tersangka lalu mencoba bunuh diri dengan cara menikam parang ke bagian perut dan leher. “Tak berselang tersangka tak sadarkan diri dan saat sadar dia sudah berada di rumah Sakit,” jelas Bobby.

Penyidik juga akan meminta psikolog untuk melakukan pemeriksaan terhadap tersangka untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 dan 4 subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Untuk diketahui, kasus pembantaian bocah kembar berusia 5 tahun ini terjadi Kamis (5/9) lalu di RT 09/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, sekira pukul 17.00. Dewi Regina Ano, ibu anak kembar, juga ditemukan sekarat di samping kedua anaknya.

Mereka ditemukan oleh Obir Masus. Ketiga korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dan bersimbah darah. Para korban tampak tertelungkup berdampingan.

Obir Masus, saat itu baru pulang dari tempat kerja, sekira pukul 17.00. Tiba di rumah, pintu kamarnya itu terkunci dari dalam. Ia mencoba mengetuk sambil memanggil istrinya, namun tidak ada jawaban.

Karena tidak ada yang menjawab, namun rumah terkunci dari dalam, sehingga ia pun nekad mendobrak pintu. Kaget melihat kondisi itu, ia langsung keluar dari kamar dan meminta tolong warga di sekitar. “Ia sempat meminta tolong kepada security di Hotel Ima Kupang lalu melapor kejadian itu ke Polsek Kelapa Lima,” ungkap Didik. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!