Enam Kabupaten Macet – Timor Express

Timor Express

METRO

Enam Kabupaten Macet

Dana Pilkada 2020

Baru Tiga Disetujui

KUPANG, TIMEX – Usulan dana pilkada dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke enam pemerintah kabupaten, masih tertahan. Baru tiga kabupaten yang sudah disetujui.

Sementara Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan pilkada serentak Tahun 2020 menyebutkan, batas penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tanggal 1 Oktober 2019.

Ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu yang dikonfirmasi Timor Express, Minggu (15/9) menjelaskan, tiga kabupaten yang sudah mendapat persetujuan, yakni Kabupaten TTU, Ngada dan Sabu Raijua. “Enam lainnya masih proses asistensi di pemda masing-masing-masing,” jelas Thomas.

Dari enam kabupaten yang tertahan, Kabupaten Manggarai yang disinyalir lebih rumit. Pasalnya, dari usulan KPU sebesar Rp 29 miliar lebih, pemkab Manggarai baru menyetujui Rp 12 miliar.

“Kalau di Manggarai karena alokasi yang disepakati pemda masih sedikit, yakni Rp 12,1 miliar. Sedangkan usulan Rp 29 miliar. Harus duduk bersana lagi antara pemda dan KPU,” beber anggota KPU NTT dua periode itu.

Thomas merincikan, di Kabupaten TTU sudah ada putusan di Banggar DPRD. Namun Pemda minta rasionalisasi lagi. Sehingga masih Sedang membangun komunikasi. Di Kabupaten Belu sudah koordinasi dan menunggu jadwal asistensi dari pemda.

Selanjutnya, Kabupaten Malaka sudah tiga kali asistensi bersama dan sedang dalam proses rasionalisasi. Sumba Barat direncanakan akan asisten pada Senin 16 September hari ini. Sumba Timur sesuai rencana sudah asistensi Sabtu, 14 September. “Sabu Raijua menunggu jadwal bupati untuk tanda tangan NPHD,” sambungnya.

Dia lanjutkan, Kabupaten Ngada sudah asistensi, dan menunggu jadwal pembahasan di DPRD. Manggarai Barat sedang membangun koordinasi dengan Pemda untuk samakan persepsi tentang pendasaran, mekanisme dan besaran usulan hibah.

Masih terkait Manggarai, menurut dia, KPU sudah bertemu pemda namun pemda mengatakan hanya menyiapkan pagu indikatif Rp 12 miliar sesuai kemampuan keuangan daerah, apalagi kemampuan fiskal daerah rendah. “Kami tetap arahkan KPU Kabupaten untuk bangun terus komunikasi dengan pemda masing-masing dengan target 1 Oktober bisa tercapai,” harapnya.

Sebelumnya Thomas menjelaskan, usulan dana pilkada oleh KPU sesuai dengan standar kebutuhan sebagaimana keputusan KPU RI. Jika pemerintah daerah merasa usulan tersebut terlalu tinggi, KPU tetap membuka ruang untuk duduk bersama. Mencari solusi untuk mencapai kesepakatan pagu dana yang tepat di masing-masing daerah.

KPU di daerah, lanjut dia, bekerja sesuai keputusan KPU RI. Dan, pihaknya siap melaksanakan keputusan yang telah ada. Sedangkan besaran harga masing-masing kebutuhan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. “Antara lain, honor panitia adhoc dan kebutuhan lainya. Sekali lagi harus dibangun pemahaman yang sama agar ada kesepakatan sehingga pelaksanaan tahapan pilkada berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Thomas.

Dia pastikan, usulan dari masing-masing KPU tersebut masih ada kemungkinan untuk dipangkas sesuai kesepakatan. Ada mekanisme asistensi di tingkat pemda. “Bisa di-pres. Contoh, KPU TTU usul Rp 29 miliar, disetujui Rp 25 miliar. Begitu juga Sabu Raijua, usulan Rp 16,4 miliar, disetujui pemda Rp 15 miliar,” tutupnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat juga sempat mengkritik besaran dana pilkada yang diusulkan KPU. Usulan disampaikan sembilan kabupaten di NTT yang akan menggelar pilkada pada 2020 itu menurut dia terlalu besar.

“Kita ini lagi susah. Kenapa usulan dananya besar sekali. Coba dilihat lagi lah,” kata Viktor saat menerima rombongan KPU NTT di ruang kerjanya, Senin (5/8).

Terkait usulan dana pilkada, sebelumnya Timor Express memberitakan, usulan dana pilkada sembilan kabupaten di NTT sudah disampaikan ke masing-masing pemerintah daerah. Totalnya mencapai Rp 230 miliar. Usulan paling tinggi adalah Kabupaten Sumba Timur, yakni lebih dari Rp 30 miliar. (cel/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!