Keracunan Ikan, Tiga Warga TTS Tewas – Timor Express

Timor Express

METRO

Keracunan Ikan, Tiga Warga TTS Tewas

Tiga Lainnya Sekarat

SOE, TIMEX – Tiga warga Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS meninggal dunia akibat keracunan ikan, Kamis (26/9). Tiga warga lainnya sekarat di Puskesmas Kualin dan masih sementara dirawat petugas kesehatan.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun kepada wartawan di SoE mengatakan, dirinya sudah mendapat laporan terkait kasus tersebut. Ia pun langsung memerintahkan tim untuk turun ke lokasi guna melakukan penanganan.

Tim yang diterjunkan untuk menangani kasus tersebut adalah tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kecamatan Kualin, Puskesmas Kualin dan aparat kepolisian.

Pihak medis yang berasal dari Dinkes TTS dan Puskesmas Kualin bertugas melakukan penanganan medis bagi korban yang dinyatakan sekarat. Selain itu, melakukan identifikasi terhadap makanan dan ikan yang dikonsumsi. Makanan ini dicurigai sebagai sumber penyebab para korban meninggal dunia.

Selain itu, tim juga diinstruksikan melakukan kajian terhadap gizi dari para korban meninggal apakah meninggal murni karena keracunan ikan atau faktor lain.

Sampel makan akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian guna mengetahui apa penyebab kematian para korban. Sementara para korban yang sekarat, jika tidak mampu ditangani di Puskesmas Kualin akan dirujuk ke RSUD SoE.

Sementara tim dari BPBD ditugaskan memberikan asupan makan bergizi kepada korban yang tengah mendapat perawatan medis di Puskesmas Kualin. Korban yang dinyatakan telah meninggal dunia pada kasus tersebut adalah Nance Kase, 43 dan anaknya bernama Erni Kase, 17, serta cucunya bernama Roland Banamtuan, 1 tahun. Sedangkan tiga korban lainnya yang tengah mendapat perawatan medis adalah Jingsi Banamtuan, 13, Marti Banamtuan, 12 dan Marto Boimau, 14. “Informasi bahwa para korban mual dan muntah-muntah. Katanya mereka makan ikan sekitar jam 10.00 dan mulai mual dan muntah pada jam 11.00. Jam 12.45 tiga korban langsung meninggal,” ucap Egusem.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Irene Atte kepada Timor Express mengatakan saat mendapatkan laporan tersebut pihaknya langsung bergerak cepat menerjunkan tim reaksi cepat Dinkes TTS ke lokasi. Tim reaksi cepat tersebut akan bekerja untuk menyelamatkan nyawa para korban yang masih hidup dan juga melakukan kajian epidemologi.

Kajian epidemologi bertujuan mengetahui penyebab korban meninggal dunia secara mendadak tersebut, apakah bersumber dari ikan yang dikonsumsi atau bersumber dari faktor lain. Tim reaksi cepat akan mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan berupa sisa makanan dan juga data pendukung lainnya untuk dilakukan penelitian. “Kalau data-data yang dibutuhkan cepat dapat berarti hasilnya juga kita bisa cepat tahu. Tapi kalau data masih kita cari, pasti butuh waktu beberapa hari ke depan baru kita tahu sumber penyebab kematian para korban. Saya belum dapat informasi dari tim di lapangan terkait jenis ikan yang dimakan dan juga kondisi terakhir para korban, karena di sana jaringan sulit juga,” kata Irene.

Informasi yang dihimpun koran ini dikabarkan dugaan keracunan ikan itu pertama kali diketahui oleh Lorens Banamtuan yang merupakan suami dari Nance Kase. Saat itu, Lorens pergi mengambil air setelah memberikan satu ekor ikan tangkapan yang dibawa dari laut kepada istrinya untuk dimasak. Ia kaget ketika ia kembali mengambil air mendapati istri, anak dan cucunya tergeletak di lantai rumah. Dan tak jauh dari ketiga korban juga tergeletak seekor kucing piaraan mereka.

Saat itu, seorang korban atas nama Erni Kase masih dalam kondisi hidup, namun korban saat itu nampak sekarat sehingga mereka berupaya untuk membawa korban ke Puskesmas Kualin. Namun ia menghembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan ke Puskesmas Kualin.

Dugaan sementara ikan yag ditangkap Lorens Banamtuan mengandung racun. Namun, Lorens belum memberi keterangan jenis ikan apa yang ditangkapnya itu.

Kepastian penyebab kematian, jelas Kadis Kesehatan NTT Irene Atte baru diketahui setelah pihaknya selesai melakukan uji lab terhadap makanan yang dikonsumsi para korban. Apakah karena ikan atau faktor lain yang menyebabkan kematian dan sekaratnya para korban. (yop/sam)

KORBAN KERACUNAN IKAN DI KUALIN

Korban meninggal:
1. Nance Kase (43)
2. Erni Kase (17)
3. Roland Banamtuan (1)

Korban sekarat:
1. Jingsi Banamtuan (13)
2. Marti Banamtuan (12)
3. Marto Boimau (14)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!