Selesaikan 68 Kasus Kekerasan Terhadap Anak – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Selesaikan 68 Kasus Kekerasan Terhadap Anak

DEMO. Aliansi Sadar Sumba yang merupakan aliansi dari delapan organisasi saat melakukan aksi demo, Senin (30/9).

SEPRITUS MAHAMU/TIMEX

Permintaan Aliansi Sadar Sumba

WAINGAPU, TIMEX – Aliansi Sadar Sumba atau Aliansi Suara Pemuda untuk Kebenaran Sumba yang merupakan aliansi dari delapan organisasi, baik Cipayung dan OKP lokal diantaranya GMNI Cabang Waingapu, PMKRI Kota Jajakan Waingapu, Himas Waingapu, Permastim Waingapu, FPWK Waingapu, IKPML Waingapu, Hipmahkan Waingapu dan Komunitas Ana Tana melaksanakan aksi menanggapi polemik RKUHP dan UU KPK yang terjadi belakangan ini serta menyuarakan kekerasan terhadap anak yang mencapai 68 kasus.

Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda ini mengawali aksinya dari sekretariat GMNI Cabang Waingapu, melakukan longmarch menuju tiga titik aksi yakni Polres Sumba Timur, kantor bupati Sumba Timur dan berakhir di gedung DPRD Sumba Timur, yang ditutup dengan audiensi bersama ketua sementara DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq dan anggota DPRD lainnya, Senin (30/9).

Pantauan Timor Express, dalam aksi demo tersebut, massa menyampaikan orasi terhadap sejumlah tuntutan terkait isu nasional RKUHP dan UU KPK dan isu lokal terkait kekerasan seksual terhadap anak yang semakin meningkat.

Massa aksi juga membawa sejumlah poster bertuliskan keprihatin terhadap kekerasan terhadap anak, bandera organisasi dan juga bandera Merah Putih. Massa aksi dijaga ketat aparat keamanan.

Saat melakukan aksi demo di Mapolres Sumba Timur, mereka diterima Kapolres Sumba Timur, AKBP Victor MT Silalahi, di kantor bupati diterima Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora dan di gedung DPRD diterima Ketua sementara DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq berserta sejumlah anggota DPRD dan melakukan audiensi.

Adapun tuntutan dalam aksi mereka berdasarkan rilis yang ditanda tangani koordinator lapangan (Korlap), Salmon Here Udju dan sekretaris, Ervin Awang, yakni menuntut pemerintah mengambil sikap untuk menyelesaikan persoalan terkait RKUHP dan UU KPK yang harus berpihak kepada rakyat sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, untuk kekerasan seksual terhadap anak yakni, menuntut kepada Pemkab Sumba Timur menjalankan dengan maksimal terkait Perda Nomor 4/2014 tentang Perlindungan Anak.

Mendorong Polres Sumba Timur untuk menuntut tuntas kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur.

Menuntut Kapolres Sumba Timur agar semua kasus pelecehanan seksual terhadap anak harus diproses secara hukum. Menuntut DPRD Sumba Timur untuk menambah anggaran untuk isu anak. Menuntut pemerintah untuk segera mendirikan rumah perlindungan anak.

Selain itu, menuntut Pemkab Sumba Timur untuk segera mengambil langkah preventif terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak dan menuntut DPRD Sumba Timur untuk mengawal proses hukum kekerasan terhadap anak.

Jumlitan Saulus Windi, Ketua GMNI Cabang Waingapu kepada Timor Express mengatakan, GMNI Waingapu mendorong pemerintah agar dalam merevisi RKUHP dan UU KPK betul-betul dicermati dengan baik sesuai dengan kepentingan rakyat sesuai dengan amanat UUD 1945.

“Kami menuntut agar Perda Nomor 4 tahun 2014 harus direalisasikan. Sehingga produk hukum yang dibuat tidak tidak sia-sia,” ujarnya.

Dikatakan, dengan jumlah 68 kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sumba Timur menjadi perhatian serius. Pemerintah tidak boleh diam dengan kejadian. Pemerintah harus mengambil langkah preventif agar pelecehan seksual terhadap anak dapat dicegah.

“Untuk anak yang terkena kasus kekerasan harus dibuatkan rumah perlindungan sosial, sehingga proses pemulihan mental anak betul-betul terjamin. Karena untuk Kabupaten Sumba Timur tempat rehabilitasi anak tidak memadai. Karena itu, kami menuntut pemkab agar segera mendirikan rumah perlindungan sosial anak,” ujarnya.

Jumlitan menegaskan agar pelaku kekerasan seksual di hukum dengan tegas sesuai UU yang berlaku dengan menolak segala bentuk mediasi yang dapat merugikan kepentingan anak. (mg31/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!