Nasdem-Golkar di 2020, Teman atau Musuh? – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Nasdem-Golkar di 2020, Teman atau Musuh?

Belum Ada Sinyal Koalisi

KUPANG, TIMEX – Partai Nasdem dan Partai Golkar sama-sama meraih kejayaan pada event Pilkada 2018 silam. Dari 11 pilkada, Nasdem-Golkar berkoalisi di lima pilkada. Hasilnya hanya satu yang kalah (lihat grafis).

Lalu, apakah koalisi ini berlanjut ke Pilkada 2020 yang akan berlangsung di sembilan daerah? Pucuk pimpinan kedua parpol menjawab diplomatis ketika ditanya soal skenario koalisi permanen Nasdem-Golkar di sembilan pilkada yang akan berlangsung 2020 nanti.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem NTT, Alex Take Ofong kepada Timor Express, pekan lalu di Kupang membantah desas-desus seputar skenario koalisi permanen yang sudah dibangun dengan Partai Golkar di sembilan kabupaten. “Tidak ada skenario seperti itu (koalisi permanen dengan Golkar, red),” tegas Alex.

Anggota DPRD NTT dua periode itu menjelaskan, jika ada terbentuk koalisi antara Nasdem dengan Golkar di beberapa kabupaten yang melaksanakan Pilkada, itu semata-semata karena kesamaan visi dan komitmen di daerah itu. Dan intinya, koalisi yang dibangun harus mengutamakan kepentingan pembangunan di daerah tersebut. “Jadi soal koalisi, NasDem terbuka dengan semua parpol,” ujarnya.

Alex menambahkan, upaya memastikan koalisi pada Pilkada di semua daerah, dilakukan bersama antara NasDem, juga bakal calon yang mau berjuang bersama NasDem. Dan sampai dengan saat ini, NasDem terus membangun komunikasi politik dengan semua parpol.

“Kita sedang berproses membangun koalisi dan sampai sekarang belum ada koalisi permanen antara Nasdem dengan partai mana pun,” kata mantan anggota DPRD Kota Kupang itu.

Pada prinsipnya, lanjut Alex, Nasdem mendorong kader untuk berani bertarung dalam Pilkada. Dan kalau ada kader yang maju, maka Nasdem akan mendukung sejauh memenuhi syarat akseptabilitas (kepantasan) dan elektibilitas (tingkat keterpilihan atau ketertarikan punlik untuk memilih) yang memadai. Jika syarat itu belum terpenuhi, NasDem sudah pasti membuka diri bagi nonkader yang mempunyai visi membangun daerah dengan spirit restorasi.
“Kita akan prioritaskan kader jika yang bersangkutan mau bertarung dan memenuhi syarat, baik akseptabilitas maupun elektabilitas,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, untuk membangun koalisi pada pilkada di sembilan kabupaten di NTT, Golkar terbuka dengan partai mana pun.

“Kami (Golkar, red) terbuka dengan Partai Nasdem, PDI Perjuangan atau parpol mana saja yang bersedia bejalan bersama dalam pilkada serentak,” ujar anggota DPR RI periode 2019-2024 itu.

Menurutnya, Golkar akan menetapkan calon atau pasangan calon (paslon) untuk maju bertarung dalam Pilkada dengan berbasis pada hasil survei. Dengan demikian, meskipun memprioritaskan kader sendiri, Golkar juga terbuka ruang mengusulkan nonkader dengan mengacu pada hasil survei elektabilitas.
“Kami mengajukan pasangan calon berbasis survei,” ungkapnya.

Kabupaten Belu

Partai Golkar Belu memastikan akan mencari teman koalisi menghadapi Pilkada Belu 2020 mendatang. Walau demikian, hingga saat ini partai berlambang pohon beringin ini belum bisa menentukan sikap ke mana arah koalisinya.

“Partai Golkar pasti berkoalisi dengan partai politik lain untuk mengusung paket calon bupati wakil bupati pada Pilkada 2020 mendatang. Soal partai mana yang akan jadi teman koalisi tergantung hasil survei partai atas nama-nama bakal calon yang sudah mendaftar di partai Golkar beberapa waktu lalu,” jelas Ketua DPD II Partai Golkar Belu, Yohanes Jefry Nahak.

Soal adanya skenario koalisi Partai Golkar Belu dengan Partai NasDem pada Pilkada 2020 mendatang, Epi Nahak-sapaan akrab Ketua DPD Partai Golkar Belu, enggan berkomentar banyak. Pasalnya, hingga kemarin partainya belum mengantongi hasil survei terhadap nama-nama bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah terdaftar di partainya.

“Koalisi Partai Golkar tergantung hasil survei. Kader mana yang keluar sebagai kader terbaik yang pantas diusung pada Pilkada nanti. Kalau sudah ada hasil survei pasti Golkar tentukan sikap, partai mana yang pantas menjadi teman koalisi Partai Golkar,” jelas Yohanes Jefry Nahak.

Informasi lain menyebutkan sejumlah partai politik sudah ancang-ancang berkoalisi untuk mengusung figur paket bakal calon bupati dan wakil bupati Agus Taolin-Anton Bele pada Pilkada 2020 mendatang. Partai politik dimaksud antara lain Partai Nasdem, Golkar, Gerindra dan beberapa partai politik di Kabupaten Belu.

Kabupaten TTU

Sekretaris Internal DPD Partai Nasdem Kabupaten TTU, Jhoni Abi kepada Timor Express menjelaskan Partai Nasdem sangat terbuka terhadap partai politik lainnya yang ingin berkoalisi pada Pilkada TTU 2020 mendatang.

Nasdem di TTU punya modal besar. Bahkan sudah bisa mengusung calon sendiri karena punya modal 8 kursi DPRD. “Sebenarnya kita ingin untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati TTU sendiri. Namun, untuk membangun daerah ini tidak mungkin kita sendirian, sehingga kami harus berkoalisi dengan partai politik lainnya,” tutur Jhoni.

Jhoni menambahkan, sejauh ini pihaknya selaku pengurus Partai Nasdem di tingkat kabupaten belum membangun komunikasi dengan partai politik lainnya untuk berkoalisi. Namun, Partai Nasdem sangat terbuka bagi partai politik lainnya yang ingin berkoalisi dengan Partai Nasdem.

Terkait dengan koalisi Nasdem-Golkar untuk Pilkada TTU 2020 mendatang, kata Jhoni, sejauh ini pihaknya belum membangun kominikasi dengan partai berlambang pohon beringin itu untuk berkoalisi. Namunia membenarkan adanya rumor yang beredar bahwa Nasdem akan berkoalisi dengan Golkar.

“Kami belum bangun komunikasi untuk berkoalisi dengan partai lain karena Partai Nasdem belum memiliki figur yang pasti untuk dicalonkan. Empat kader yang mendaftar sementara berproses. Soal beredarnya rumor koalisi Nasdem-Golkar, ttu hanyalah dinamika politik saja,” jelasnya.

Jhoni mengatakan Partai Nasdem baru akan menentukan sikap untuk berkoalisi apabila Partai Nasdem telah menentukan figur yang akan diusung dalam Pilkada TTU 2020 mendatang, baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati TTU.

Apalagi, ketiga kader partai yang telah mendaftar sebagai bakal calon Bupati TTU dan satu kadernya mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Bupati. Mereka mendaftar secara perseorangan, bukan paket. Karena itu, partai masih berproses untuk menentukan siapa figur yang bakal diusung Partai Nasdem untuk Pilkada TTU.

“Kita tunggu saya keputusan DPP untuk figur siapa yang diusung baru kita akan bangun koalisi. Saat mendaftar. Keempat kader partai juga masih mendaftar perseorangan bukan daftar paket,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPD II Partai Golkar, Agustinus Tulasi menuturkan sesuai dengan Rapat Kerja (Raker) Partai Golkar di tingkat DPD I Propinsi NTT telah memutuskan dan memberikan rekomendasi kepada Gabriel Manek untuk bersosialisasi sebagai calon Bupati TTU dari Partai Golkar.

Dikatakan, raker yang dipimpin oleh Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena itu sifatnya inkrah. “Memang banyak kader Golkar yang disiapkan untuk Pilkada TTU. Namun sesuai dengan hasil Raker di Kupang telah memutuskan Gabriel Manek sebagai calon tunggal Bupati TTU dari Partai Golkar,” tutur Tulasi.

Terkait koalisi Nasdem-Golkar dalam Pilkada TTU, jelas Tulasi, pada prinsipnya Partai Golkar sudah memutuskan kadernya sebagai calon bupati. Apabila berkoalisi dengan partai politik lainya harus bersedia mendampingi kader Partai Golkar sebagai Wakil Bupati.
Apalagi, Kader Partai Golkar yang diusung ini pernah menjabat sebagai Bupati TTU selama satu periode kepemimpinan. Tentu telah memiliki sejuta pengalaman untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik ke depan.

“Pada prinsipnya Partai Golkar harus nomor satu sebagai calon Bupati karena Figur yang diusulkan ini sangat mapan dan pernah menjabat sebagai Bupati TTU satu periode Kepemimpinan,” jelasnya.

Meski demikian, Partai Golkar masih memiliki opsi lain. Apabila Gabriel Manek tidak bersedia maju sebagai calon Bupati TTU, maka Partai Golkar akan kembali membuka pendaftaran untuk melakukan penjaringan kembali bakal calon bupati dan wakil bupati TTU untuk Pilkada 2020 mendatang.

“Kalau Gabriel Manek tidak maju maka kami akan kembali lakukan penjaringan. Peluang kemungkinan untuk berkoalisi dengan Nasdem juga pasti terbuka. Apalagi kader yang diusung adalah kader muda yang bisa sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati,” pungkasnya.

Kabupaten Malaka

Skenario koalisi Nasdem-Golkar juga berembus di Kabupaten Malaka. Namun, hingga saat ini parpol belum memberikan kepastian.
Ketua DPC Partai Nasdem Malaka, Simon Bria mengatakan sampai saat ini pengurus masih berfokus pada kegiatan kenjaringan bakal calon.

Menurutnya, sampai saat ini sedang dilakukan proses verifikasi berkas persyaratan bakal calon bupati/ wakil bupati yang mendaftar secara perorangan.

“Untuk berkoalisi kita belum pastikan. Nanti setelah semua verifikasi dan keputusan partai tentu kita akan informasikan Partai Nasdem akan berkoalisi dengan partai mana saja,” ujarnya. (tom/ogi/mg26/mg30/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!