VBL Pamit – Timor Express

Timor Express

METRO

VBL Pamit

ilustrasi : MARTEN LADO/TIMEX

Dikabarkan Jabat Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup

KUPANG, TIMEX – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), masuk radar Presiden Jokowi untuk mengisi salah satu pos kementerian. Politikus Partai Nasdem ini dikabarkan telah dipanggil presiden Joko Widodo.

Beberapa minggu belakangan ini, VBL disebut sebagai kandidat Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup menggantikan Siti Nurbaya Bakar, yang juga adalah politisi Nasdem.

Seakan membenarkan desas-desus tersebut, Viktor saat memberikan sambutan dalam acara syukuran rakyat yang digelar Melki Laka Lena di Kantor DPD I Golkar NTT, Kamis (17/10) malam tadi, juga meminta permisi untuk kembali ke Jakarta.

“Saya juga minta permisi, takutnya tiba-tiba Presiden suruh saya kembali ke Jakarta. Siapa tahu, tiba-tiba besok saya di Jakarta, tidak pulang lagi,” sebut Viktor yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh undangan yang hadir.

Viktor mengaku, dirinya tidak bisa menolak perintah presiden. Sebab sebagai seorang gubernur, dia sejatinya adalah milik negara dan harus siap menjalankan perintah Presiden. Oleh karena itu, dia berharap masyarakat tidak menganggapnya sebagai orang yang mencari jabatan, apabila harus menjalankan perintah negara.

“Saya hari ini adalah gubernur, saya adalah milik negara. Jadi saya tidak boleh menolak perintah. Kalau saya pribadi di luar itu, saya pasti bisa menolak,” sebut mantan anggota DPR RI dua periode itu.

Viktor tegaskan, dia sangat mencintai daerah dan masyarakat NTT yang saat ini dipimpinnya. Oleh karena itu, dia berharap agar ketika dipanggil Presiden, dirinya ditanya dan memberikan pilihan, bukan langsung diberikan perintah.

“Saya berdoa agar saya ditanya (oleh Presiden), bukan untuk diperintah. Tapi kalau diperintah, jelas saya tidak bisa jawab. Mungkin Yang Maha Kuasa memberikan tugas yang lebih besar buat saya untuk mengurus yang lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Jika Presiden bertanya dan memberikan pilihan, lanjut Viktor, dirinya pasti akan lebih memilih tetap menjadi gubernur NTT, ketimbang menjadi menteri. Sebab selain mencintai masyarakat NTT, dia masih ingin berbuat banyak hal baik untuk NTT.

“Tuhan pun tahu saya mencintai provinsi NTT. Jadi kalau dipanggil dan ditanya mau pilih ini (menteri, red) atau gubernur, saya pasti tidak pakai pikir lagi. Saya akan pilih tetap sebagai gubernur,” katanya.

“Kata orang, belum juga jadi tapi sudah omong-omong. Saya mesti omong karena saya mencintai daerah dan orang-orang di NTT. Jadi kalau tidak jadi, ya itu lebih bagus,” sambung dia.

Di akhir sambutan, Viktor mengatakan, masih ada waktu tiga hari untuk pengumuman kabinet baru. Tiga hari itu juga menentukan keberadaaanya, entah masih tetap sebagai gubernur atau pindah ke Jakarta. Tetapi sebagai anak bangsa, bila dipanggil dan diperintah, di manapun dia akan siap melayani bangsa ini.

“Saya telah mendapatkan banyak sekali dari Ibu Pertiwi dan saya ingin mengabdikan diri untuk membuat bangga bangsa ini. Kalau benar terjadi, mohon saya dimaafkan. Saya minta izin dan doakan saya untuk menjalankan tugas nanti sebaik mungkin. Jangan pikir saya cari-cari jabatan. Kerja belum beres, tapi sudah lari. Saya tegaskan, saya tidak pernah lari dari tanggung jawab saya sebagai gubernur,” ungkap Viktor.

Peluang VBL masuk kabinet Jokowi-Ma’ruf sudah lama diprediksi publik. Pengamat politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona mengatakan dua nama dari internal Partai Nasdem yang paling berpeluang, yakni Johny Plate dan Viktor Bungtilu Laiskodat.

Khusus nama VBL, menurut dia, sangat berpeluang karena VBL di level nasional sudah punya nama besar. “Menurut saya, secara geopolitik, selain untuk NTT, nama tokoh NTT yang paling branded secara nasional seperti Johny Plate adalah Viktor. Dia sudah dikenal secara luas karena sepak terjangnya di kancah politik nasional. Dia juga pengusaha dan politisi handal. Kinerjanya sudah terbukti di Nasdem dan sedang bisa diukur di NTT,” jelas Mikhael.

Satu hal penting, kata Mikhael, Jokowi sedang melihat kinerja VBL-sapaan karib gubernur NTT, soal gebrakan di bidang kelautan, khususnya garam.

Lebih lanjut, Viktor dengan posisinya sebagai Gubernur NTT saat ini, sudah bertransformasi menjadi tokoh yang melampaui partai dan golongan. Artinya, dengan memilih Viktor, maka Jokowi tidak perlu lagi memikirkan utang budi politik ke rakyat NTT. Karena Viktor saat ini sudah menjadi simbol NTT. “Memilih Viktor adalah memeluk NTT langsung pada simbol terkuatnya saat ini yaitu gubernurnya,” kata Mikhael.

Hanya saja ada risikonya jika memilih VBL. Menurut Mikhael, Jokowi harus mempertimbangkan faktor psikologis masyarakat NTT yang sedang menanti kerja-kerja VBL di NTT. Gebrakan-gebrakan VBL belum nampak hasilnya, karena justru angka kemiskinan NTT semester ini naik.

Menurutnya, VBL butuh waktu untuk menerobos mitos kemiskinan itu dengan perubahan besar-besaran di segala lini. Dan sayang jika kerja-kerja besar yang sedang digalakkan itu harus ditinggalkannya. Disebutkan, VBL punya ambisi menjadikan NTT suplayer 1,5 juta metrik ton garam nasional hingga program revolusi hijau lewat kelor, komodo, pariwisata sebagai prime mover pembangunan dan ikan kerapu, juga masalah stunting.

Secara psikologis, kata Mikhael, VBL masih sangat dibutuhkan rakyat karena kehadirannya dengan intensitas kerja-kerja nyata ke lapangan bisa memberi efek domino kebangkitan rakyat dan aparat birokrasi di segala level. Jadi sangat disayangkan jika VBL yang sudah mendapat legitimasi yang sangat kuat dalam Pilgub setahun silam untuk menjadi Gubernur harus meninggalkan ide-ide revolusionernya yang luar biasa demi kebangkitan NTT hanya untuk menjadi menteri.

Dijelaskan, sebagai panglima perang yang sudah membuka isolasi dan mitos soal izin yang rumit dan ruwet dalam industri garam di NTT, VBL harus menyelesaikan misi besarnya tersebut. Tetapi, apabila VBL memang mau untuk dipilih menjadi menteri, maka akan menjadi karir yang juga luar biasa. “Terlepas dari penilaian miring masyarakat bahwa dia adalah petualang politik yang hanya mencari kekuasaan, sebagai politisi Viktor pasti sudah siap dengan kritik dan opini miring. Tapi akan menjadi catatan sejarah dalam karirnya bahwa dia bisa menjadi gubernur lalu menjadi menteri. Karena peluang hanya datang satu kali. Saya kira Viktor pasti mempertimbangkan dengan sangat serius soal ini,” kata Mikhael. (tom/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!