Polisi Periksa Dua Anggota Dewan – Timor Express

Timor Express

METRO

Polisi Periksa Dua Anggota Dewan

PERIKSA. Dua Anggota DPRD TTU, Fabianus One Alisiono dan Arifintus Talan saat diperiksa penyidik Dirkrimsus Polda NTT di Ruang Tipikor Polres TTU, Kamis (7/11) petang.

PETRUS USBOKO/TIMEX

Kisruh Sidang DPRD TTU
Terkait Selisih Anggaran Rp 200 Miliar di RAPBD

KEFAMENANU, TIMEX – Kisruh sidang RAPBD Kabupaten TTU berlanjut ke proses hukum. Kamis (7/11) petang, dua anggota DPRD TTU diperiksa tim Dirkrimsus Polda NTT di ruang Tipikor Satreskrim Polres TTU.

Kedua anggota DPRD TTU yang dimintai keterangan yakni Fabianus One Alisiono dan Arifintus Talan. Keduanya diperiksa terkait dugaan penggelembungan anggaran oleh pemerintah daerah sebesar Rp 200 miliar lebih yang tertuang dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020.

Kedua anggota DPRD yang bertugas di Badan Anggaran itu diduga kuat mengetahui persis proses pembahasan anggaran saat rapat Badan Anggaran, sehingga dipandang perlu untuk dipanggil dan dimintai keterangan oleh Penyidik Dirkrimsus Polda NTT.

Anggota DPRD TTU, Fabianus One Alisiono kepada Timor Express usai menjalani pemeriksaan di Ruang Tipikor Satreskrim Polres TTU, Kamis (7/11) petang membenarkan adanya pemeriksaan terhadap dirinya oleh tim dari Dirkrimsus Polda NTT yang berlangsung di ruang Tipikor Polres TTU.

Dikatakan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap dirinya bersama Anggota DPRD lainnya itu untuk menjelaskan tentang dugaan penggelembungan anggaran sebesar Rp 200 miliar lebih oleh pemerintah.
“Benar kami diperiksa oleh tim dari Dirkrimsus Polda NTT terkait dugaan penggelembungan dana sebesar Rp 200 miliar lebih oleh pemerintah daerah yang tertuang dalam KUA-PPAS RAPBD 2020,” tutur Fabianus.

Ia menambahkan, proses pemeriksaan yang dilakukan terhadap dirinya itu berkaitan dengan sikap dari pemerintah daerah yang tidak mengikuti hasil pembahasan Banggar dan menyusun anggaran sendiri secara sepihak tanpa melalui pembahasan di DPRD.

Menurut Fabianus, pihaknya telah memberikan keterangan kepada penyidik sesuai dengan apa yang terjadi saat rapat Banggar berlangsung. “Saya sudah kasih keterangan sesuai dengan apa yang saya pahami. Sesuai dengan hasil sidang Banggar dan hasil kerja pemerintah daerah tanpa melalui DPRD itu,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto ketika dikonfirmasi Timor Express membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan Tim Dirkrimsus Polda NTT terhadap dua anggota DPRD yang berlangsung di ruang Tipikor, Satreskrim Polres TTU.

Dikatakan, pemeriksaan terhadap kedua anggota DPRD TTU itu terkait kisruh antara Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes dan DPRD terkait adanya penambahan anggaran sebanyak Rp 200 miliar lebih secara sepihak oleh pemerintah daerah tanpa persetujuan DPRD TTU.
“Benar ada pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD TTU terkait dengan kisruh penambahan anggaran sebesar Rp 200 miliar lebih oleh pemerintah secara sepihak itu,” kata Kapolres. (mg26/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!