NTT Dijatah Rp 25,2 Triliun – Timor Express

Timor Express

METRO

NTT Dijatah Rp 25,2 Triliun

Dana Transfer Daerah dan Dana Desa
Meningkat Rp 285 Miliar Dibanding 2019

KUPANG, TIMEX – Tahun anggaran 2020 nanti, NTT mendapat alokasi anggaran senilai Rp 25,2 triliun. Ini merupakan dana transfer daerah dan dana desa. Jumlah ini meningkat 3 persen atau Rp 285 miliar dari tahun anggaran 2019.

Dari total Rp 25,2 triliun tersebut, alokasi terbesar diterima Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp 4,52 triliun. Jumlah terendah adalah Kabupaten Sumba Tengah sebesar Rp 599 miliar.

Dari total anggaran Rp 25,2 triliun, tercatat Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 14,4 triliun, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 250 miliar, Dana Insentif Daerah Rp 234 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 3,5 triliun, non fisik Rp 3,6 triliun dan Dana Desa Rp 3 triliun.

Dengan demikian, dana transfer ke daerah dan dana desa mengalami peningkatan sebesar Rp 284,52 miliar atau 3,07 persen dibandingkan tahun 2019. Sementara DIPA dari 621 satuan kerja vertikal mencapai Rp 12,9 triliun.

“Alokasi anggaran ini dititikberatkan kepada pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2019, pengelolaan sudah mulai membaik namun belum signifikan. Penyerapan anggaran 73,34 persen sehingga dengan waktu yang tersisa ini dapat diserap dengan baik,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Lidya Kurniawati Cristiani saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Alokasi Dana Transfer Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Dana Desa se-Provinsi NTT Tahun Anggaran 2020, Selasa (19/11) di Aula Fernandez, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Ia mengatakan penyerahan DIPA dilakukan satu bulan lebih awal. Dengan demikian diharapkan agar dilakukan perencanaan pekerjaan lebih awal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT. Rencana pembangunan jangka menengah 2020-2024 dan APBN Tahun 2020 memiliki peranan penting bagi pemerintah yang secara bertahap dapat mencapai sasaran pembangunan yang telah direncanakan untuk mencapai visi Indonesia Maju.

Hal ini selaras dengan visi dan misi pemerintah NTT, NTT bangkit, NTT Sejahtera. Akselerasi daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas SDM merupakan faktor kunci untuk membangun kerangka pembangunan yang kuat.

Menurutnya, semua visi bisa terwujud jika target pembangunan dapat didukung semua pemangku kepentingan. “Alokasi anggaran ini dititikberatkan kepada pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2019, pengelolaan sudah mulai membaik namun belum signifikan. Penyerapan anggaran 73,34 persen sehingga dengan waktu yang tersisa ini harus terserap dengan baik,” katanya.

Dia juga menyampaikan beberapa catatan penting bahwa terlambatnya proses lelang beberapa kegiatan akibat AMDAL dan kegiatan tidak sesuai dengan DPA, menjadi kendala untuk menyerap anggaran tersebut. Oleh karena itu, pimpinan satuan kerja diminta bisa merancang program kerja dengan baik agar mampu mengatasi persoalan yang sering dialami itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengingatkan para bupati dan wali kota untuk mengutamakan program prioritas serta mendesain program kerja yang baik sehingga anggaran dapat terserap untuk kepentingan masyarakat.

“Jangan kita merencanakan sesuatu yang tidak langsung bisa dirasakan. Penyerapan anggaran ini harus ada korelasi atau konektifitas sehingga bisa dimanfaatkan. Contoh misalnya jalan nasional masih banyak semak-semak, dan destinasi wisata yang masih membutuhkan infrastruktur. Infrastruktur menjadi tolak ukur kemajuan pembangunan apalagi kita jadikan pariwisata sebagai prime mover pembangunan sehingga harus ada korelasinnya,” ujar Viktor.

Mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu mengingatkan para kepala daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, serta semua stakeholder agar dapat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan mimpi besar pemerintah, baik daerah maupun pemerintah pusat.

Dia pun menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pemerintah daerah mempercepat realisasi anggaran melalui pelelangan yang cepat. “Bapak Presiden juga memesankan kepada kita bukan hanya realisasi serapan anggaran, tapi manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Jadi saya kira dua hal itu yang lebih penting, cepat pelelangan dan seluruh realisasi anggaran kita tentu langsung dirasakan oleh masyarakat karena kebiasaan kita hanya mengerjakan proyek namun output dari pekerjaan itu tidak ada,” paparnya.

Viktor ingin agar NTT mampu mewujudkan mimpi presiden, baik infrastruktur maupun SDM serta reformasi birokrasi dengan baik.
Momentum ini diberikan untuk cepat membenahi diri. Sebagai gubernur ia mendorong semua pemda agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik pada tahun 2020.

Pada kesempatan tersebut, ia mengatakan evaluasi yang dilakukan memang masih ada keterlambatan. Oleh karena itu, dirinya menginginkan agar ke depan mampu mewujudkan mimpi presiden, baik sumber daya manusia maupun infrastruktur serta reformasi birokrasi dengan baik. “Semua kepala daerah harus cepat menyiapkan pekerjaan teknis untuk tahun 2020,” katanya.

Dikatakan, pemerintah lebih serius agar setiap program yang dikerjakan dapat tersinkronisasi dengan baik karena jalan nasional pun belum semuanya diperbaiki.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah pusat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu ada desain yang baik agar mimpi kesuksesan masyarakat melalui pariwisata lebih baik lagi. “Ini bisa berjalan dengan baik jika didesain dengan baik. Bupati yang sangat serius dengan memerangi sampah karena masalah sampah merupakan isu dunia bukan hanya di NTT. Uang yang dikucurkan tersebut yang menentukan maju atau tidaknya ada di kepala daerah,” katanya. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!