Gara-gara Kencing di Kasur, Ibu Tega Bunuh Anak – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Gara-gara Kencing di Kasur, Ibu Tega Bunuh Anak

DIAMANKAN. Pelaku Adriana Lulu Djami Alias Ina yang menghabisi nyawa anaknya, Domini Quin sementara didampingi KBO Satreskrim Polres Kupang Kota usai diamankan di Pos POM TNI AU karena ditemukan akan menguburkan jasad anaknya di lahan kosong menuju Bandara El Tari, Kupang, Rabu malam (1/1).

IST

Hendak Kubur Jasad, Kepergok Anggota POM TNI AU

KUPANG, TIMEX – Sebuas-buasnya harimau, tidak akan membunuh anaknya sendiri. Namun berbeda dengan Adriana Lulu Djami alias Ina, 33.

Warga yang tinggal di kos-kosan di Jalan TPU Uki Tau, RT 42/RW 02, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini tega menghabisi nyawa anaknya sendiri, Domini Quin, 2, hanya karena anaknya kencing di kasur, Rabu (1/1) sekira pukul 16.00.

Pelaku dengan sadis menghabisi nyawa anaknya itu dengan cara membenturkan kepala ke tembok sebanyak empat kali. Dua benturan di kepala sebelah kiri dan dua benturan di sebelah kanan.

Akibat benturan ke tembok yang keras, Domini mengalami luka di bagian kepala. Kondisi fisiknya pun lemah. Karena panik dengan kondisi anaknya, pelaku yang juga ibu korban sempat memberikan bantuan napas buatan. Namun usaha pelaku untuk memulihkan kondisi anaknya sia-sia. Sekira pukul 18.00, nyawa Domini tak tertolong.

Karena panik, pelaku kemudian menghubungi suaminya Suhendi alias Hendi, 39, yang sementara berada di luar rumah. Ketika tiba di kos yang ditempati selama ini, Suhendi mendapati anaknya sudah meninggal dunia.

Bukannya dilaporkan ke pihak kepolisian, Suhendi justru menyarankan agar pelaku yang juga istrinya untuk menguburkan jasad anak mereka di lahan kosong di Jalan Adi Sucipto, arah Bandara El Tari, Kupang. Pelaku kemudian menuju lahan kosong tersebut sekira pukul 21.00 lalu menggali lubang menggunakan sepotong besi untuk menguburkan jasad anaknya. Ia mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi (Nopol) DH 3360 BU.

Usai menggali lubang, pelaku kembali ke kos-kosan dan membawa jasad anaknya dengan cara digendong sambil mengendarai sepeda motor. Ia kembali ke lahan kosong tersebut.

Tiba di lokasi, pelaku lupa posisi lubang yang sudah digali. Ia pun membutuhkan waktu untuk mencari lubang galian tersebut. Saat bersamaan, anggota POM TNI AU El Tari yang sementara melakukan patroli malam mendapati sepeda motor dan pelaku di lokasi tersebut sekira pukul 22.15. Niat pelaku untuk menguburkan jasad anaknya gagal.
Anggota POM TNI AU lalu membawa pelaku bersama sepeda motor dan jasad ke aparat Polres Kupang Kota Rabu malam lalu.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha yang ditemui koran ini di ruang kerjanya, Kamis (2/1) menjelaskan terungkapnya kasus tersebut atas bantuan anggota POM TNI AU yang sedang melakukan patroli malam. “Jadi, awalnya sekira pukul 22.15, anggota POM TNI AU, Serda Helman, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan melakukan patroli malam menggunakan mobil patroli 5357-03 ke arah Bandara El Tari, Jalan Adi Sucipto. Sekira 50 meter dari bundaran arah menuju bandara, unit patroli POM TNI AU melihat sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi DH 3360 BU sementara parkir di pinggir jalan,” jelas Kasat Hasri yang baru menjabat Kasat Reskrim Polres Kupang Kota ini.

Karena menemukan sepeda motor tersebut diparkir di pinggir jalan, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan kemudian melakukan pengecekan siapa sebenarnya pemilik sepeda motor yang parkir di pinggir jalan tersebut. Setelah dicek, anggota POM TNI AU berhasil menemukan pelaku. Selain itu, anggota POM TNI AU juga menemukan jasad anaknya yang sudah meninggal dunia sementara tergeletak di tanah.

Atas temuan itu, kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, anggota POM TNI AU langsung membawa pelaku bersama sepeda motor dan jasad anaknya ke Pos POM TNI AU dan kemudian menghubungi aparat Polres Kupang Kota.

“Setelah kami dapat informasi tersebut, kami langsung menuju ke lokasi dan mengamankan pelaku bersama barang bukti sepeda motor dan jasad bayinya,” kata Hasri Manasye Jaha. Menurutnya, saat ini pelaku sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara jasad anaknya sudah dibawa ke RSP Bhayangkara Titus Uly dan sudah dilakukan visum.

Faktor Ekonomi Diduga jadi Penyebab

Tewasnya batita, Domini Quin karena kekejaman ibu kandungnya sendiri, Adriana Lulu Djami alias Ina, 33, Rabu (1/1) diduga kuat karena faktor ekonomi. Ayah korban, Suhendi hanya bekerja serabutan. Sementara pelaku yang merupakan ibu korban sebagai ibu rumah tangga. Mereka tinggal di kos-kosan. Saat suaminya berangkat kerja, pelaku dan korban sendirian di kos-kosan. Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, Suhendi dan pelaku Adriana Lulu Djami alias Ina hanya menikah secara siri dan belum tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha mengaku pelaku saat ini sudah dimintai keterangan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kupang Kota. Hal yang sama juga sudah dilakukan bagi suaminya, Suhendi. “Adriana Lulu Djami alias Ina sudah kita mintai keterangan dan sudah kita tahan. Suaminya, Suhendi juga sudah kita mintai keterangan. Namun, Suhendi statusnya masih sebagai saksi dan hanya kita kenakan wajib lapor,” tegas Iptu Hasri Manasye Jaha.

Sementara mengenai jasad Domini Quin, dirinya katakan bahwa saat ini masih dititip di RSP Bhayangkara Kupang untuk keperluan visum. “Jasad korban masih ada di RSP Bhayangkara Kupang untuk divisum,” sebutnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya masih terus menggali informasi terkait motif di balik tewasnya korban Domini Quin karena ulah pelaku, Adriana Lulu Djami alias Ina.
(mg22/gat/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!