Kebanggaan NTT – Timor Express

Timor Express

METRO

Kebanggaan NTT

ILUSTRASI MARTEN LADO/TIMEX

Mahkamah Konstitusi

Dr. Daniel FoEkh Resmi jadi Hakim MK
Dapat Apresiasi Warga NTT

JAKARTA, TIMEX – Salah satu putra terbaik NTT di bidang hukum, Dr. Daniel Yusmic Pancastaki FoEkh, dipilih presiden menjadi hakim Mahkamah Konstitusi Periode 2020-2025. Ia mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Selasa (7/1) disaksikan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju dan pejabat negara lainnya.

Tak sendirian, saat bersamaan Suhartoyo juga mengucapkan sumpah sebagai hakim MK untuk periode keduanya.
Suhartoyo merupakan hakim konstitusi representasi Mahkamah Agung. Sementara Daniel Yusmic FoEkh hakim konstitusi dari representasi pemerintah yang terpilih melalui panitia seleksi. Dia menggantikan I Dewa Gede Palguna yang kemarin resmi pensiun.

Salah satu tokoh NTT yang juga praktisi hukum, Petrus Selestinus pun memberi apresiasi. Menurutnya, berita terpilihnya Dr. Daniel Foekh merupakan berita yang sangat menggembirakan, karena selama pelaksanaan kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi, di samping Mahkamah Agung, sejak berdiri pada tahun 2003, baru pertama kali setelah 20 tahun perjalanan MK, salah satu putra terbaik NTT berhasil meraih prestasi dan mendapat kepercayaan dari negara untuk duduk sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi RI.

Dikatakan, memang pada tahun 2017 lalu salah seorang putra terbaik NTT yang juga ahli Hukum Tata Negara yaitu Dr. Bernard L Tanya, dosen Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana, Kupang mengikuti seleksi calon hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi (MK). Ketika itu  Dr. Bernard L. Tanya bersaing dengan dua calon lain, yakni Dr. Saldi Irsa, Guru Besar Universitas Andalas dan Dr. Wicipto Setiadi, seorang purnatugas dari Kementerian Hukum dan HAM. Namun yang terpilih adalah Dr. Saldi Irsa.

Petrus mengatakan dalam memilih dan menetapkan Dr. Daniel Foekh sebagai Hakim Konstitusi mengalahkan dua calon Hakim Konstitusi lainnya, Presiden Jokowi tentu mempertimbangkan sejumlah aspek dan alasan pilihannya kepada Dr. Daniel Foekh sebagai pengganti mantan Hakim Konstitusi di MK, Dr. I Dewa Gede Made Palguna yang sudah selesai masa baktinya. “Pasti soal aspek kemampuan intelektual di bidang Hukum Tata Negara dan spesifikasi Ilmu Hukum terkait lainnya. Kedua, soal integritas moral dan kejujuran yang tinggi,” sebut Petrus.

Pilihan juga bisa memperhatikan faktor komposisi anggota MK terkait aspek keterwakilan secara geopolitik dan wawasan nusantara, dimana Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, SH. MH. adalah representasi wilayah Indonesia timur yang sangat luas, berbentuk kepulauan dengan ribuan budaya dan tradisi yang beragam serta masih kuat berlaku.

Petrus menjelaskan keberadaan Dr. Daniel FoEkh sangat tepat, baik untuk pemikiran ke arah pembentukan norma dan tafsir norma dalam uji Undang-Undanng terhadap UUD 1945, menguji Perppu terhadap UUD 1945 maupun dalam sengketa pemilu dan pilkada yang mayoritas sengketa berasal dari daerah terpencil, pegunungan seperti di Papua, Kalimantan, NTT, Maluku, Sulawesi dan lain-lain.

Selain itu, menurut advokat senior Peradi ini, dengan karakter budaya dan geografisnya berbeda satu dengan yang lain untuk kawasan Timur Indonesia, maka masuknya nama Dr. Daniel Foekh menjadi Hakim Konstitusi di MK merupakan suatu kehormatan bagi dunia pendidikan di Indonesia Timur, yang kaya dengan budaya dan hukum adatnya yang beragam, yang dalam implementasinya memerlukan sosok ahli Hukum Tata Negara yang memiliki pengetahuan yang komprehensif. Itu dalam diri Dr. Daniel Foekh yang sehari-harinya berpenampilan sangat sederhana dan rendah hati. Kita patut mengapresiasi keputusan Pansel Cakim Konstitusi yang sangat obyektif dengan mengutamakan aspek kemampuan akademis, intelektual, integritas moral dan kejujuran serta spesifikasi intelektual di bidang hukum lainnya dalam hal ini soal Perppu,” jelas Petrus.

Terpilihnya Dr. Daniel Foekh sebagai hakim MK menunjukkan bahwa putra-putri terbaik bangsa asal NTT ini telah tersebar di mana-mana dan siap pakai. Ini juga menjadi bukti keberhasilan dunia pendidikan di NTT yang berhasil mendistribusi SDM yang tepat pada tempatnya. Tidak terkecuali untuk dunia pendidikan dan peradilan dimana NTT memiliki stok dosen terbaik untuk disumbangkan bagi kebutuhan negara dan bangsa.

Terpisah, akademisi Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Feka mengatakan semua masyarakat NTT patut bersyukur kepada Tuhan. Penunjukkan Dr. daniel FoEkh sebagai hakim MK merupakan kado Natal dan tahun baru bagi masyarakat NTT. Ia juga menyampaikan proficiat kepada Dr. Daniel semoga dapat menjalankan tugas hakim MK yang merupakan wakil Tuhan. “Ini merupakan titik kebangkitan buat orang NTT untuk berkiprah tidak saja di legislatif dan eksekutif tetapi juga di bidang yudikatif,” kata Mikhael.

Lebih lanjut, ia mengatakan masyarakat NTT perlu berterima kasih kepada presiden yang tidak saja membangun NTT dari segi fisik tapi juga sumberdaya manusia. “Dilantiknya beliau sebagai tanda pengakuan nasional buat NTT bahwa NTT juga bisa duduk di jabatan apa saja. Sejarah ini harus ditorehkan buat generasi baru NTT,” kata Mikhael.

Anggota DPRD NTT, Yunus Takandewa juga memberi apresiasi kepada Dr. Daniel FoEkh yang dipilih oleh presiden menjadi hakim MK. “Kita bangga, NTT mempersembahkan putra terbaiknya. Pak Daniel Yusmic Foekh telah memberikan hal luar biasa dan memacu kader-kader terbaik NTT untuk berkiprah di level nasioanal,” ujar Yunus yang juga Ketua Komisi V DPRD NTT ini.

Sekretaris DPD PDIP NTT ini berharap kiprah Dr. Daniel mampu membawa arah perubahan dan tampil terbaik sebagai hakim MK. “Sekali lagi proficiat untuk Pak Daniel,” ujarnya. (far/byu/jpg/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!