Komit Jaga Wibawa MK – Timor Express

Timor Express

METRO

Komit Jaga Wibawa MK

PUTRA NTT. Dr. Daniel Yusmic FoEkh saat mengucapkan sumpah disaksikan Presiden Joko Widodo dan para pejabat negara di Istana Negara, Selasa (7/1).

IST

Dr. Daniel kepada media ini menyebutkan jabatan hakim konstitusi memberi tanggungjawab kenegaraan yang besar. Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah memperkuat kepercayaan publik, khususnya pasca kasus Akil Mochtar dan Patrialis Akbar. “Kita punya komitmen untuk bagaimana kewibawaan MK dalam melestarikan konstitusi NKRI itu harus kita kawal,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Meski berstatus sebagai pendatang baru, Daniel mengaku tidak ada kendala. Sebab, sebagian besar hakim MK berasal dari akademisi. Sehingga secara kultur tidak akan berbeda jauh. “Jadi sebenarnya kita sudah separo, artinya sudah separo di dalam itu,” imbuhnya.

Saat disinggung soal gugatan judicial review UU KPK yang menjadi sorotan publik, pria asal Kupang itu menyebut akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Soal hasilnya, hal itu akan dikembalikan pada pandangan hakim konstitusi yang bisa jadi berbeda-beda pandangan. “Sistem yang dibangun MK diberi peluang dissenting opinion atau concluding opinion,” kata dia.

Untuk diketahui, Dr. Daniel merupakan ahli hukum tata negar. Sebelumnya ia merupakan salah satu dari tiga nama calon hakim konstitusi yang diserahkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) kepada Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2019 di samping dua nama lainnya yaitu Dr. Suparman Marzuki, SH dan Dr. Ida Bughiati, SH., untuk dipilih 1 (satu) calon menggantikan posisi Hakim Konsttusi I Dewa Gede Palguna yang sudah memasuki akhir masa baktinya sebagai Hakim Konstitusi. Presiden Jokowi akhirnya memilih dan menetapkan Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, SH. Putra daerah asal NTT, dosen sekaligus Wakil Dekan Fakuktas Hukum Universitas Atmajaya Jakarta sebayai Hakim Konstitusi menggantikan Dr. I Dewa Gede Palguna. Dengan demikian, secara resmi Dr.

Daniel Yusmic Pancastaki Foekh adalah pengganti I Dewa Gede Made Palguna sebagai Hakim Konstitusi untuk masa tugas selama lima tahun ke depan.

Sebagai catatan, sebagai seorang ahli Hukum Tata Negara, DR. Daniel telah meneliti 200-an lebih Perppu semenjak era pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden SBY saat ini.

Penelitian juga dilakukan terhadap banyak hal yang terkait dengan proses dikeluarkannya Perppu, seperti kondisi ketatanegaraan, kepolitikan, konstitusi negara, termasuk juga tentang implikasi yang ditimbulkan oleh Perppu itu sendiri.

Penelitian yang berjudul “Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu): Suatu kajian dari perspektif Hukum Tata Negara Normal dan Tata Negara Darurat” merupakan penelitian yang menghantar DR.

Daniel Yusmik P. FoEkh berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari FH UI. Promosi doktor yang telah dilalui DR. Daniel Yusmik P. FoEkh pada tanggal 18 Juli 2011 pukul 14.00 di Gedung Djoko Soetono FH UI Depok, di hadapan tim penguji di antaranya Dekan FH UI Prof. DR. Safrie Nugraha, Prof. DR. Harun Al-Rasyid, Prof. DR. Adnan Buyung Nasution, Prof. DR. Jimly Ashiddiqie, dan Prof. DR. Satya Arinanto.

Disertasi program doktor tersebut akhirnya mendapat predikat sangat memuaskan. Sehari-harinya DR. Daniel adalah seorang dosen dan Wakil Dekan di Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Jakarta, Pengacara, aktivis LePAS 10, Tim Hukum PGI, dan juga narasumber berbagai forum diskusi baik di lingkup GMKI, GAMKI, PIKI, kampus-kampus maupun forum-forum lainnya.  (far/byu/jpg/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!