Pariwisata NTT Butuh Pembenahan – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Pariwisata NTT Butuh Pembenahan

Ketua APINDO: Jangan Tinggalkan Pertanian

KUPANG, TIMEX-Tekad gubernur dan wakil gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi untuk memajukan ekonomi NTT melalui sektor pariwisata mendapat dukungan dari ASITA NTT.

Namun untuk mencapai mimpi besar itu, ada banyak hal yang perlu dibenahi. Menurut Ketua DPD ASITA NTT, Abed Frans, masih banyak yang harus dibenahi, mulai dari aksesibilitas sampai pada amenitasnya.

“Saya pribadi berharap bahwa apa yang dicita-citakan oleh gubernur, yaitu pariwisata sebagai prime mover-nya NTT itu, sudah harus bisa mulai bergerak,” kata Abed yang diwawancara TImor Express terkait prospek dunia pariwisata NTT di tahun 2020.

Dia akui, masih banyak kendala seperti Sumber Daya Manusia (SDM) dan sinergi yang lagi-lagi masih belum tampak betul pada 2019 lalu. Baik itu sinergi antara pemerintah dan stake holder maupun lintas instansi.

“Tapi apapun itu, 2020 sudah harus bergerak. Kalau betul-betul ingin pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT,” tegas dia.

Terkait prospek pariwisata NTT ke depan, dia katakan, harus melihat dari beberapa hal pendukung. Jika benerapa kendala seperti SDM, infrastruktur serta sinergi semua pihak terkait sudah bagus dan tidak ada bencana alam. “Dan juga keamanan yang baik di destinasi itu sendiri, maupun keamanan secara negara, saya yakin prospek pariwisata NTT akan lebih luar biasa lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD APINDO NTT, Fredy Ongkosaputra kepada koran ini mengingatkan pemerintah untuk tidak boleh meninggalkan sektor pertanian demi pariwisata.

Menurut Fredy, pariwisata memang memiliki prospek besar ke depan. Namun tidak bisa dijadikan sebagai penggerak utama. “Masyarakat NTT ini sebagian besarnya petani, nelayandan peternak. Kalau kita lihat di data BPS, pertumbuhan ekonomi itu penyumbang terbesarnya dari pertanian. Bahkan di atas 20 persen. Jadi jangan sampai kita tinggalkan pertanian untuk bangun pariwisata,” tegas Fredy.

Dia jelaskan, saat ini ekonomi NTT masih didominasi sektor bertanian. Jika pertanian terhambat, guncangan ekonomi di NTT sangat terasa. Salah satu contoh, pertumbuhan ekonomi NTT di triwulan tiga nerosot di bawah 4 persen. Dan, alasan utamanya karena sudah melewati musim panenserta kemarau panjang. “Jadi, pariwisata boleh gencar, tapi pertanian juga mesti digenjot. Peternakan dan perikanan. Karena daya beli masyarakat itu bisa naik kalau sektor-sektor ini tumbuh baik,” paparnya.

Masih menurut dia, sistem pengelolaan lahan pertanian dan juga sistem beternak sampai pada bibit ternak dan pakan ternak harus menjadi prioritas. Karena produksi harus digenjot. Hal ini untuk mendukung berdirinya industri-industri pengolahan di daerah ini. Sehingga mengurangi impor bahan kebutuhan dari daerah lain.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!