Rutan SoE Bina Keterampilan Budidaya Ikan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Rutan SoE Bina Keterampilan Budidaya Ikan

PANEN. Kepala Devisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM NTT, Budi Argap Sitingkir dan Kalapas SoE, Lukas Frans  panen ikan nila yang dibudidaya oleh WB, Selasa (7/1).

YOPI TAPENU/TIMEX

Kasus Dominan Asusila

SOE, TIMEX – Warga binaan (WB) yang menjalani pembinaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2 B SoE, tidak hanya menjalani hukuman yang diterimannya, melainkan pimpinan Rutan SoE, Lukas Frans juga membina keterampilan WB. Salah satu jenis keterampilan adalah budidaya ikan air tawar jenis nila.

Ikan hasil budidaya WB Rutan Kelas 2 B SoE dilakukan panen perdana, Selasa (7/1) yang dijadikan sebagai lauk pada acara Natal bersama yang diselenggarakan di aula Rutan Kelas 2 B SoE dan dihadiri Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM NTT, Budi Argap Sitingkir, Selasa (7/1).

Lukas Frans pada kesempatan itu kepada wartawan mengatakan, WB yang menjalani masa pembinaan di Rutan Kelas 2 B SoE tidak hanya membina mental dan spiritualitas, tetapi juga membina keterampilan mereka. Tujuan pembinaan keterampilan WB adalah, ketika WB usai menjalani masa binaan dapat menjadikan keterampilan yang mereka peroleh sebagai salah satu jenis usaha, peningkatan ekonomi keluarga WB. Jika hal itu terjadi, maka mantan WB Rutan Kelas 2 B SoE tidak hanya berubah secara mental, tetapi juga berubah dalam hal ekonomi keluarga. “Kenapa saya pilih budidaya ikan nila, karena ikan nila paling cepat berkembang dan gampang dibudidaya. Untuk budidaya ikan nila, kami pilih beberapa WB untuk urus. Mulai dari membersihkan kolam dan kasih pakan. Ikan nila yang kami panen ini ditabur tiga bulan lalu dan di usia tiga bulan, sudah bisa dikonsumsi,” ujar Lukas.

Lukas mengatakan, WB di Rutan Kelas 2 B SoE tidak hanya mendapat pembinaan keterampilan budidaya ikan air tawar jenis nila, melainkan mendapat pelatihan keterampilan daur ulang sampah berupa kertas koran menjadi kursi, meja, tempat sirih pinang, tempat tisu dan lain sebagainya. Selain itu, WB juga dilatih untuk bercocok tanam hortikultura dan tanaman umur panjang lainnya seperti mahoni, jati putih dan beberapa jenis kayu lainnya.

“Jadi kami berupaya untuk tidak hanya membina mental WB, tapi juga keterampilan dan spiritualitasnya. Khusus spiritualitas kami kerja sama dengan pemuka agama untuk melakukan pembinaan rohani,” katanya.

Ketika ditanya terkait WB yang tengah menjalani masa pembinaan di Rutan Kelas 2 B SoE didominasi oleh kasus apa, ia mengatakan, saat ini Rutan Kelas 2 B SoE dihuni sebanyak 210 WB. Sebagian besarnya adalah pelanggaran kasus asusila. Urutan kedua kasus pembunuhan dan ketiga kasus penganiayaan. “Kebanyakan adalah WB kasus asusila. Yang kedua pembunuhan dan yang ketiga adalah penganiayaan,” pungkasnya.

Pantauan Timor Express, ada acara panen ikan air tawar dan Natal bersama keluarga besar Rutan SoE, sekaligus menggelar acara perpisahan bersama pegawai yang memasuki purnatugas dan pindah tugas. (yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!