Serap Aspirasi, Ansy Lema Yakin Pertanian NTT Maju – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Serap Aspirasi, Ansy Lema Yakin Pertanian NTT Maju

SERAP ASPIRASI. Anggota DPR RI Ansy Lema (berdiri) saat diskusi tentang pertanian dengan stakeholder, Selasa (7/1) di Aula DPD.

IST

KUPANG, TIMEX-Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema yakin pertanian di NTT akan maju jika semua elemen memberikan kontribusi. Termasuk dirinya sebagai anggota DPR RI membidangi pertanian memperjuangkan ke pemerintah pusat. Hal itu mulai dilakukan Ansy Lema, demikian dirinya biasa disapa, dengan menyerap aspirasi dari para pakar dan stakeholder terkait lain, Selasa (7/1) di Kupang.

Di hadapan sekitar 50 orang peserta diskusi, Ansy Lema mengatakan, dirinya sebagai anggota DPR RI menjalankan tugas-tugas politis.

“Saya butuh butuh masukan dari pakar dan semua pihak untuk membangun pertanian di NTT. Apa model dan pola pertanian yang cocok sesuai dengan kondisi NTT. Apa potensi dan kekurangan kita. Sehingga saya akan perjuangkan secara politis di tingkat pusat sehingga NTT mendapat perhatian khusus di bidang pertanian,” ujar Ansy.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, transformasi besar dimulai dari gagasan besar. Karena itu, dia mengatakan, membutuhkan gagasan-gagasan besar dari para pakar dan pemerintah daerah dan masyarakat NTT memajukan pertanian di NTT.

Pakar pertanian yang juga Staf Khusus Gubernur Bidang Pertanian dan Perkebunan, Dr. Tony Jogo pada kesempatan itu mengatakan, NTT didominasi pertanian lahan kering. Sehingga program pemerintah harus memberi porsi lebih pada pertanian lahan kering. “Yang paling dibutuhkan di sini adalah ketersediaan air. Pemerintah cukup menyediakan air melalui sistim dan teknologi yang tepat. Mekanisasi itu nomor dua,” kata Tony Jogo.

Akademisi dari UKAW Kupang, Zet Malelak juga menekankan pertanian yang cocok di NTT adalah pertanian lahan kering. Karena itu, pemerintah harus memberi perhatian pada pertanian lahan kering. Zet mengatakan, kondisi cuaca NTT tidak cocok untuk musim tanam pertama karena risiko gagal panen sangat tinggi. “Sehingga subsidi pemerintah untuk pertanian lahan kering harus diarahkan pada musim tanam kedua,” kata Zet. Hal yang sama juga dikatakan akademisi dari Undana Rafael Leta. Rafael mengatakan, karena NTT lebih cocok pertanian lahan kering maka komoditi hortikultura menjadi unggulan NTT.

Sementara itu, Raymundus Lema menilai yang paling utama dalam pembangunan pertanian di NTT adalah kebijakan. Dirinya menyebut, subsidi kebijakan pencetakan lahan kering untuk petani siap olah tanam perlu dilakukan pemerintah. “Petani siap terima lahan kering yang siap ditanam dengan berbagai jenis komoditi pertanian lahan kering yang cocok di NTT,” tegasnya. Sehingga menurut mantan birokrat ini, mesin-mesin pertanian hanyalah alat yang membantu petani sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Raymundus Lema yang adalah ayah dar Ansy Lema ini juga menyinggung peran penyuluh pertanian. “Kita butuh peran penyuluh pertanian diaktifkan kembali. NTT masih sangat butuh penampingan para penyuluh,” ujarnya.

Frans Skera mengingatkan pemerintah untuk tidak meninggalkan sektor pertanian. Karena menurutnya kemiskinan akan sulit diatasi kalau sektor pertanian diabaikan. “Fakta bahwa El Tari ekspor sapi dan cendana pada masanya. Juga Ben Mboy pernah surplus jagung. Kenapa sekarang tidak bisa dilakukan itu,” kata Frans.

Kepala Dinas Pertanian NTT, Yohanes Oktovianus mengatakan, pemerintah memberi perhatian pada pengembangan pertanian lahan kering. Yohanes mengatakan, petani butuh peralatan untuk perluasan areal tanam. Khusus program unggulan kelor, tidak menggangu lahan existing melainkan membuka lahan baru. Sehingga dirinya juga setuju di beberapa tempat butuh peralatan untuk membuka lahan baru.

Direktur Pembiayaan
Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian
Kementerian Pertanian, Indah Megahwati pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya segera mengambil langkah konkret untuk pengembangan pertanian lahan kering di NTT. “Pertama adalah percepatan dan optimalisasi lahan kering,” tegas Indah.

Dirinya meminta Kadis Pertanian segera menyampaikan program pertanian terpadu khusus jagung dan sapi sehingga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Juga program penguatan komoditas unggulan, subsidi untuk air berupa embung dan pompa. Serta kelima adalah kelembagaan dengan hidupkan lagi penyuluh. (ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!