Hidup Rukun, Tingkatkan Tali Persaudaraan – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Hidup Rukun, Tingkatkan Tali Persaudaraan

KHOTBAH. Pdt. Yandri Manobe sementara memimpin ibadah syukuran Natal bersama di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (7/1).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

Syukuran Natal SAR Kupang

PENFUI, TIMEX– Keluarga besar Kantor Search and Rescue (Pencarian dan Pertolongan) Kelas A Kupang, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang menyelenggarakan perayaan Natal bersama, Selasa (7/1). Tema syukuran Natal bersama yang diusung yakni ‘Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang’ dan ibadat tersebut dipimpin Pdt. Yandri Manobe, S.Th.

Dalam khotbahnya, Pdt Yandri mengajak seluruh atasan dan staf Kantor SAR Kelas A Kupang untuk tetap hidup rukun dan damai. “Momentum Natal ini harus dijadikan sebagai ajang untuk saling meningkatkan tali persaudaraan sehingga ke depan semakin kompak. Kiranya kita diberikan pengampunan dengan melapangkan hati karena perluasan persahabatan,” kata Pdt Yandri.

Dikatakan juga bahwa semua orang pasti akan bertemu banyak orang. Dan yang pastinya bahwa belum tentu bisa mendapat hal yang menyenangkan atau memuaskan hati. “Jika kita hanya merasakan penyesalan masa lalu dan khawatir akan masa depan, maka kita tidak punya waktu saat ini untuk bersyukur,” katanya.

Pada kesempatan itu Kepala Kantor SAR Kelas A Kupang, Emi Frizer mengatakan bahwa makna Natal di tahun 2019 sangat penting, dengan tema yaitu hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang. “Jika dikaitkan dengan tugas kemanusiaan, tentunya tidak lepas dari tugas pokok pegawai Badan SAR. Saya juga mengajak seluruh personil agar menjaga hubungan baik antarsesama sehingga bisa tercipta hubungan harmonis tanpa harus membeda-bedakan satu sama lain,” pungkasnya.

Natal Bersama Kemenag Kota Kupang

Keluarga besar pegawai beragama Kristen dan Katolik serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) lingkup Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, menyelenggarakan perayaan Natal bersama di Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kamis (9/1).

Dalam momentum tersebut, dua tokoh agama yaitu Pdt. DR. Eben Timo, S. Th dan RD Longginus Bone menyampaikan pesan-pesan Natal.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Yakobus Beda Kleden mengatakan, perayaan syukur Natal adalah merayakan kegembiraan.

Sesuai dengan tema Natal tahun 2019 ‘hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang’. Dikatakan, menjadi sahabat itu artinya memberi diri dan mengambil bagian dalam kebersamaan dengan orang lain. Bersamaan dengan hal tersebut, maka tahun 2019 Kementerian Agama memromosikan moderasi beragama. “Moderasi beragama artinya tidak ekstrem kanan dan ekstrem kiri serta tidak eksklusif dengan agamanya, tetapi menghargai antarsesama umat beragama,” tegasnya.

Dijelaskan juga, tugas pokok Kemenag Kota Kupang mencakup dua bidang yakni berurusan dengan pendididikan dan keagamaan. serta menjalankan fungsi agama. Terkait pendidikan agama seperti di sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama, terdiri dari Madrasah, Sekolah Menengah Teologi Kristen dan Sekolah Agama Katolik. “Kita berharap anak-anak menjadi promotor kerukunan dan teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan bahwa bagi guru-guru yang mengajarkan mata pelajaran agama di sekolah agar menanamkan nilai-nilai yang lebih manusiawi. Artinya, menanamkan rasa saling menghormati, menghargai antarsesama sehingga melahirkan keharmonisan antar umat beragama. Sementara agama untuk peningkatan kualitas iman yang terus disampaikan oleh penyuluh-penyuluh agama. “Kita di Kementerian Agama Kota Kupang terdapat penyuluh agama yang bertugas memberikan ilmu agama yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama,” jelasnya.

Diketahui bersama bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan tentang kekerasan sampai mencelakai sesama manusia. Setiap ajaran agama mengajarkan tentang kedamaian dan saling menghargai antar sesama. “Saya harapkan kepada semua pemeluk agama untuk tidak menghubungkan suatu tindakan radikal dengan agama tertentu,” tandasnya.

Dirinya juga mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama mengedepankan toleransi antar umat beragama sehingga kerukunan umat beragama tetap terjalin harmonis. Ia juga meminta kepada umat beragama agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Artinya tidak menyebarkan berita-berita hoax, ujaran kebencian yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara terkait dengan program-program Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi NTT, Kementerian Agama Kota Kupang juga turut berperan serta atau mengambil bagian dalam menyukseskan program pemerintah, termasuk salah satunya mewujudkan Kupang Hijau dan menata wajah ibukota Provinsi NTT menjadi bersih dan indah. (mg22/gat)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!