Wali Kota Tayangkan Video Program Inovasi 2019 – Timor Express

Timor Express

METRO

Wali Kota Tayangkan Video Program Inovasi 2019

Diskusi Santai tentang Gerakan Kupang Hijau di Graha Pena (1)

Harian Pagi Timor Express menggelar diskusi awal tahun tentang Gerakan Kupang Hijau (GKH) yang merupakan salah satu gerakan menuju Smart City. Diskusi ini menghadirkan para tokoh dan pakar, Kamis (9/1) di Graha Pena Timor Express.

FENTI ANIN, Kupang

Diskusi terbatas ini dihadiri langsung Direktur Utama Timor Express, Sultan Eka Putra, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, pakar tata kota Ir. Robert Rayawulan, MT, Ketua Dewan Evaluasi Kota Dr. Herry Kota, mantan Ketua Dewan Evaluasi Kota Ir. Yehezkiel Lanoe, akademisi dan pemerhati lingkungan Dr. Johny Kiuk, antropolog dan budayawan Pater Dr. Gregor Neonbasu, SVD dan Koordinatior Gerakan Kupang Hijau Harry Alexander Riwu Kaho. Diskusi ini dipandu Wakil Direktur Timor Express Stenly Boymau.

Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang Yeri Padji Kana, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Kupang Ernest Ludji dan pejabat lainnya.

Stenly Boymau selaku moderator mengajak semua peserta berdiskusi dengan santai. Tidak formal. Namun ide-ide yang hebat yang disampaikan menjadi catatan penting untuk pembangunan Kota Kupang terutama di bidang lingkungan.

Direktur Utama Timor Express, Sultan Eka Putra mengatakan Timor Expres sendiri sudah melakukan kegiatan menjaga kebersihan sejak 2008 dengan melaksanakan program Kupang Green and Clean (KGC). Tujuannya mengubah pola pikir warga Kota Kupang yang awalnya tidak peduli dengan lingkungan, kini bisa perhatian terhadap kebersihan kotanya. “Wali Kota sendiri sudah melakukan suatu gerakan spektakuler yakni dengan ajakan menanam pohon dalam hal ini Gerakan Kupang Hijau. Saya harapkan semua ASN dan warga dapat mendukung program yang sangat bagus ini,” kata Sultan.

Ia menambahkan selama satu tahun terakhir ini, semua tentu merasakan perubahan luar biasa di bawah pimpinan Wali Kota Jefri Riwu Kore. “Dulu Kota Kupang masih gelap, kini sudah tidak lagi gelap dan juga dilengkapi lampu hias yang membuat kota ini lebih indah saat malam hari. Yang dulunya tidak ada tempat foto-foto sekarang dengan banyaknya taman, maka sudah banyak pilihan tempat foto,” katanya.

Dia juga mengajak semua pihak untuk berkontribusi langsung dalam mendukung pembangunan di Kota Kupang dimulai dari diri masing-masing. Mulai budayakan hidup bersih, budayakan tanam pohon dan mencintai lingkungan.

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore selaku keynote speaker menyampaikan terima kasih atas acara yang luar biasa yang diselenggarakan oleh Timor Expres. Apalagi narasumber yang hadir sangat luar biasa. “Kami selaku pemerintah tidak dapat mengetahui semua hal dan kehadiran bapa semua pihak di sini untuk bertukar pikiran dan akan menjadi evaluasi bagi kami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ujar Jefri.

Dia mengaku, selama menjadi Wali Kota, dia bertekad untuk memperhatikan Kota Kupang dengan sungguh-sungguh. “Kalau kita kerja benar, maka tidak ada yang tidak mungkin. Saat pertanggungjawaban di hadapan Tuhan dan masyarakat kita tidak ada keraguan, meski kadang tidak semua diterima oleh masyarakat,” ungkap dia.

Pada kesempatan itu, ditayangkan video program inovasi pemerintah Kota Kupang tahun 2019. Wali kota menyampaikan capaian selama tahun 2019 yakni, enam taman di Kota Kupang yang sudah dapat dinikmati mulai dari taman Adipura, Taman Patung Kasih, Taman Tirosa, Taman Tagepe, Taman Ina Bo’i dan Taman Sonbai.

Selanjutnya beberapa program prorakyat seperti pembagian seragam gratis dan pembagian kacamata gratis di tahun 2019.

Wali kota juga memaparkan rencana strategis di tahun 2020. Antara lain ada beberapa taman yang akan dibangun yakni Taman Perdamaian di ujung barat Taman Nostalgia, Taman Revolusi Mental di ujung timur Taman Nostalgia, Taman Tagantong di depan kantor Camat Kelapa Lima, Kupang Square di Terminal Kupang, dan taman di depan Hotel Aston.

Ia juga menampilkan gambar desain taman–taman yang akan dibangun. Ia mengaku, pembangunan taman dan sumber air bersih yang bersumber dari air Kali Dendeng dan Air Sagu anggarannya dibantu pemerintah pusat. Artinya tidak ada yang menggunakan APBD Kota Kupang.

Selanjutnya, ia mengatakan pada tahun 2020 persoalan air bersih perlahan akan diatasi. Ada dua sumber air yang akan dikerjakan yakni SPAM Dendeng dan SPAM Air Sagu. Rinciannya SPAM Dendeng menghasilkan 300 liter/detik dan SPAM Air Sagu menghasilkan 100 liter/detik. “Program Gerakan Kupang Hijau yang telah dicanangkan tahun 2019 akan lebih digaungkan pada 2020. Kemarin sekitar 1.923 PTT sudah menanam pohon.

Tahun 2020 ini para ASN yang akan menanam pohon. Kemudian para siswa di sekolah juga akan kita ajak untuk menanam pohon. Tidak lupa juga kami akan ajak kampus-kampus untuk mendukung program gerakan Kupang hijau dengan program KKN Hijau dan Kupang Smart City melalui kegiatan KKN mereka di kelurahan-kelurahan,” ujarnya.

Wali kota yang akrab disapa Jeriko ini mengajak semua pihak untuk menyukseskan Gerakan Kupang Hijau. Ini juga akan ditindaklanjuti dengan instruksi Wali Kota.

Sementara itu, Robert Rayaulan berbicara tentang kota hari ini dan masa depan dan konflik kepentingan di Kota Kupang. Dikatakan, ada lima konflik kepentingan, pertama ekonomi vs ekologi. Di Kota Kupang ini masih mengutamakan kepentingan ekonomi dan mengabaikan kepentingan ekologi. Konflik kepentingan publik dan kepentingan privat, contohnya pantai Teluk Kupang. Ketiga, konflik kepentingan antara formal dan informal. Juga konflik kepentingan internasional dan lokal. “Kita juga bicara tentang kota masa depan. Seharusnya pemimpin hari ini harus mempunyai mimpi masa depan dan dokumen yang mengatur tentang skenario masa depan yaitu pembangunan sekarang. Ada dua tema yang diangkat hari ini, yaitu bagaimana kota hijau, dan tentang ruang terbuka hijau, masyarakat hijau, dan smart city. Pertama pemerintahnya harus pintar, masyarakat pintar dan hidup pintar,” ujarnya.

Pater Gregor Neonbasu, SVD pada kesempatan itu mengatakan sampai saat ini, di Kota Kupang yang terjadi adalah masalah krusial belum diperhatikan. Perasaan memiliki Kota Kupang belum sepenuhnya tertanam dalam benak masyarakat Kota Kupang. Jadi sangat penting antropologi Kota Kupang yang benar. “Saya pernah ditanya, masyarkat Kota Kupang itu siapa, saya langsung menjawab, masyarakat Kota Kupang adalah kumpulan orang-orang kampung yang ada di kota. Jadi masyarakat harus menumbuhkan rasa memiliki kota ini, karena bagaimana kota ini ke depan, ada di tangan kita sekarang,” ungkapnya.

Berkaitan dengan tanam pohon, kata dia, apakah tanam pohon itu berkaitan dengan mindset masyarakat, proyek atau ASN. Makdudnya, apa tujuan menanam pohon. Ini harus diperhatikan, apakah semata-mata hanya untuk kepentingan proyek, kepentingan masyarakat atau apa. “Apa yang dilakukan pemerintah Kota Kupang saat ini sudah sangat baik, maka tentu menjadi gerakan bersama, gerakan moral yang perlu dukungan semua orang,” kata dia.

Sementara itu, Jhoni Kiuk mengatakan semua taman harus diawasi dengan baik. Jangan sampai terjadi seperti pohon di Taman Tirosa yang yang sudah kering. “Sangat disayangkan apa yang terjadi sekarang, dimana rumput dan pohon yang dibeli dari luar NTT,” kata Jhoni.

Dia meminta pemerintah Kota Kupang agar kualitas pekerjaan taman-taman diperhatikan. Perhatikan juga penempatan pohon-pohon. Jangan sampai ditanam di daerah yang tidak seharusnya ditanam. “Saya harus katakan bahwa pohon trembesi salah tanam. Kenapa demikian, karena pohon ini memiliki akar yang menyebar, dan akan tumbuh sangat besar. Dikhawatirkan malah akan merusak jalan,” terangnya.

Sementara itu, Koordinatior Gerakan Kupang Hijau Alex Riwu Kaho mengatakan semua program pemerintah Kota Kupang untuk menghijaukan Kota Kupang akan terus didukung. “Apa yang telah dimulai Wali Kota harus diikuti oleh semua pihak, masyarakat dan pemerintah serta lainnya harus satu hati membangun Kota Kupang dengan konsep yang baik,” ujarnya. (*/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!