Keracunan Daging Rusa, Satu Tewas – Timor Express

Timor Express

METRO

Keracunan Daging Rusa, Satu Tewas

KORBAN. Jasad Aleta Oematan yang diduga tewas akibat makan daging rusa nampak disemayamkan di rumah duka.

IST

Di Desa Pika, TTS

SOE, TIMEX – Kasus keracunan kembali terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kali ini terjadi di RT 12/RW 6, Desa Pika, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten TTS.

Kasus itu terjadi Kamis (9/1) dan menewaskan satu orang atas nama Aleta Oematan, 56. Sementara empat orang lainnya mengalami mual dan muntah-muntah. Sebanyak 10 warga mengonsumsi daging se’i rusa itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS, Adi Tallo yang turun langsung di tempat kejadian, menguraikan kronologi kejadian itu. Menurutnya, peristiwa ini bermula ketika dua anak korban yakni Ninci Faot dan Atmin Faot datang dari Amfoang, Kabupaten Kupang, Rabu (8/1). Mereka membawa serta daging se’i rusa. Daging itu kemudian digoreng. Mereka pun makan siang bersama. Kamis (9/1) pagi, korban mengalami mencret, muntah dan sakit kepala. Sementara empat orang lainnya yakni Yedija Faot 1,8 bulan mengalami diare.

Begitu juga Ince Salem, 29, Celio Faot, 4 bulan dan Gilbert Faot, 22 bulan. Usai minum obat herbal mereka langsung pulih. Sementara korban yang meninggal terus saja mengalami muntah dan diare sehingga Jumat (10/1) sekira pukul 01.00 korban dibawa oleh keluarga ke Puskesmas Mollo Tengah. Namun nyawa korban tidak dapat tertolong.

“Jadi ini juga belum bisa dipastikan kalau korban meninggal akibat makan daging rusa itu. Karena mereka yang lain tidak sakit. Hanya lima orang saja, tapi empat lainnya hanya mual dan muntah sebentar kemudian minum itu obat herbal sudah sembuh. Sedangkan lima lainnya yang juga ikut makan itu daging, tidak ada gejala sama sekali,” ujar Adi.

Karena penyebab keracunan belum dipastikan, sehingga saat ini tim medis dari Dinas Kesehatan TTS masih mengkaji sumber penyebab dugaan keracunan. Pasalnya daging rusa yang dibawa oleh kedua anak korban dari Amfoang itu telah habis dimakan. Menurut pengakuan kedua anak korban, daging se’i rusa itu yang dibawa jumlahnya sedikit dan saat itu dibagi-bagi untuk keluarga dan tetangga di sekitar rumah. Namun keluarga dan tetangga yang juga mengonsumsi daging itu tidak mengalami gejala apa-apa.

Belakangan korban diketahui memiliki riwayat darah tinggi sehingga diduga korban meninggal bukan karena daging se’i rusa yang dikonsumsi melainkan penyakit yang diderita korban. “Hanya saja mungkin karena ada empat orang lainnya juga mengalami mencret, sehingga diduga korban meninggal akibat keracunan daging se’i rusa itu. Tapi tim kesehatan masih dalami untuk cari tahu penyebab jelasnya,” tutur Adi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Ate mengatakan akan menelusuri riwayat penyakit yang diderita korban. “Kita melakukan otopsi verbal lewat anamnese dan juga cari tahu riyawat penyakit yang diderita korban selama ini untuk memastikan penyebab kematian korban,” ungkap Irene.

Anak kandung korban Atmin Faot menuturkan, ibunya pada Kamis (9/1) pagi sempat pergi ke kebun yang tidak jauh dari rumah. Saat tiba di kebun, ibunya itu mengeluh sakit kepala dan pusing-pusing sehingga ia kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah korban mulai muntah-muntah dan mencret dan menggigil. Beberapa kali muntah, pada muntahan korban itu terdapat cairan darah. Begitu pun saat mencret terdapat cairan darah. Karena korban terus muntah dan mencret bercampur darah, maka mereka memutuskan untuk menginformasikan kejadian itu kepada pihak Puskesmas Binaus.

Pada Jumat (10/1) sekitar pukul 01.00 korban dijemput oleh pihak puskesmas Binaus menggunakan mobil ambulance. Sesampainya di puskesmas, korban yang belum sempat diturunkan dari mobil terlebih dulu menghembuskan napas terakhirnya.

“Waktu kami sampai di Puskesmas mama (korban, red) minta air untuk minum. Tapi belum sempat kasi air, mama sudah meninggal. Kami sempat kasi turun pasang O2 dan tim medis pompa juga tidak bisa selamatkan mama,” kata Admin.

Karena korban tidak dapat diselamatkan nyawanya, maka korban dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan dan kemudian dimakamkan. (yop/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!