Aturan Sekolah Harus Lihat Hak Anak – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Aturan Sekolah Harus Lihat Hak Anak

DRONE PRODUK UMM. Prof. Dr. Muhadjir Effendy MAP (tiga dari kiri) didampingi Rektor UMM Dr Fauzan MPd (tiga dari kanan) melihat uji coba Motodoro, drone canggih produk UMM, akhir pekan kemarin.

laoh mahfud radar malang

KPAI Sayangkan Ada Siswi yang Dikeluarkan dari Sekolah

JAKARTA, TIMEX-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan sebuah sekolah di Solo, Jawa Tengah, yang mengeluarkan anak didiknya lantaran mengucapkan selamat ulang tahun untuk teman lawan jenisnya. Tindakan sekolah tersebut dinilai berlebihan.

Minggu lalu terdengar kabar dari Solo bahwa salah satu anak didik dikeluarkan dari sekolah. Siswi salah satu SMP swasta tersebut dikeluarkan lantaran melanggar aturan sekolah. Aturan yang dimaksud adalah mengucapkan ulang tahun pada lawan jenis. Tindakan tersebut dianggap salah satu tindakan menjalin hubungan yang berlebihan dengan lawan jenis.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menganggap aturan seperti itu terlalu berlebihan. “Walaupun sekolah menyatakan sudah diketahui di awal anak dan orangtua saat mendaftar atau masuk ke sekolah tersebut,” katanya kemarin (12/1).  Dengan adanya aturan dan sanksi dikeluarkan maka Retno menganggap sekolah melanggar hak atas pendidikan. Selain itu, dia juga khawatir berpotensi menimbulkan stigma negative bagi siswi tersebut.

“Ini juga bisa dikatakan sebagai kekerasan psikis terhadap siswi tersebut,” uapnya. Menurutnya secara normal dan masa tumbuh kembang seorang anak, mengucapkan selamat ulang tahun justru hal yang positif dalam sebuah pertemanan dan sosialisasi.

Aturan tersebut juga dinilai tidak  melibatkan anak . (Sekolah, Red) tidak pernah mendengarkan suara anak dalam menetapkan aturan tersebut,” ungkapnya. Dia menganggap sekolah tidak memahami psikologi dan psikologi perkembangan anak. Anak usia remaja  13-15 tahun atau SMP memang dalam fase mulai memperhatikan lawan jenis. “Bukan harus dikekang, tetapi dikontrol dan diedukasi,” imbuhnya.

Hal tepat yang dilakukan sekolah enurutnya adalah melakukan pendampingan dan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi,””Pada masa ini remaja sibuk mencari jati diri . Mereka sudah mulai berpikir bagaimana kehidupan mereka kelak,” ucapnya.Lebih lanjut Retno menjelaskan pada fase inilah biasanya banyak konflik  terjadi karena proses perkembangan psikologi remaja tersebut.

“KPAI mendorong Dinas Pendidikan kota Solo untuk mengevaluasi aturan di sekolah,” saran Retno.  Menurutnya sudah selayaknya sekolah harus didorong untuk menerapkan program Sekolah Ramah Anak (SRA). (lyn/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!