Pemkot Konsultasi ke Pusat – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Pemkot Konsultasi ke Pusat

ILUSTRASI MARTEN LADO/TIMEX

Ari Wijana Dinonjobkan

KUPANG, TIMEX – Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man mengatakan, terkait nonjobnya dr Ari Wijana yang sebelumnya menjabat ssbagai Kepala Badan Keuangan, Aset dan Pendapatan Daerah Kota Kupang, maka pemerintah Kota Kupang akan mengonsultasikan kebijakan ini ke pemerintah pusat.

Hermanus yang diwawancarai Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (14/1), mengatakan, apa yang telah dilakukan pemerintah Kota Kupang dengan melantik semua pejabat Badan Keuangan dan Badan Pendapatan, sebagai akibat dari perubahan nomenklatur,  maka hal ini harus dikonsultasikan ke Pemerintah Pusat.

“Pasalnya kita tidak bisa menonjobkan sesesorang hanya karena adanya perubahan nomenklatur. Jangan sampai aturan dilanggar dan kita akan mendapatkan masalah dikemudian hari,” ungkapnya.

Hermanus Man mengaku dirinya sudah mendapatkan laporan dari Penjabat Sekda, dan langsung diarahkan untuk dikonsultasikan ke Pusat. Pasalnya, pemerintah tidak bisa menonjobkan seseorang hanya karena adanya perubahan nomenklatur.

“Tidak bisa dibiarkan begitu saja, lalu dengan alasan nonjob karena perubahan nomenklatur. Jangan sampai nanti ada masalah di kemudian hari. Tidak bisa juga Ari Wijana menjabat sebagai Plt di salah satu badan tanpa adanya jabatan definitif yang dijabatnya,” kata Hermanus.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon, mengatakan, seharusnya pemerintah sudah mempersiapkan sebelumnya pejabat yang akan menduduki jabatan kedua badan yang dirubah karena adanya perubahan nomenklatur.

“Karena Perda tentang perubahan nomenklatur Badan Keuangan,  Aset dan Pendapatan Daerah ini sudah ditetapkan pada sidang anggaran murni 2020 sejak November lalu, seharusnya sudah dipersiapkan,” kata Jemari.

Dia menjelaskan, seharusnya pemerintah sudah mempersiapkan sebelumnya, sehingga tidak terjadi seperti sekarang ini,  seolah-olah tidak ada persiapan dan tidak ada aturan yang mengatur hal itu, sehingga perlu dikonsultasikan ke pemerintah Pusat.

Menurutnya, jika memang pemerintah Kota Kupang masih harus konsultasi ke Pusat, maka dapat dinilai bahwa pemerintah Kota Kupang masih ragu-ragu dan tidak ada aturan yang memayungi.

“Seharusnya pemerintah Kota Kupang sudah melakukan Pansel dan mengisi jabatan yang kosong, terutama di Badan Pendapatan dan Badan Keuangan. Dengan begitu maka dr Ari tidak akan nonjob. Juga terkait aturan apakah dr Ari bisa menjadi Plt atau tidak,  kenapa harus dikonsultasikan, apakah pemerintah tidak memegang aturan yang pasti,” ungkapnya.

Jemari mempertanyakan tentang maksud konsultasi ini. “Mengapa harus dikonsultasi. Kenapa dari pihak Badan Kepegawaian tidak mengerti atau tidak menguasai aturan ini,” tandas dia.

“Harusnya pemerintah sudah siap dengan segala perubahan, Perda nya sudah dibahas sejak November, bagaimana bisa dibiarkan sampai sekarang ini dan akhirnya tidak jelas dimana dr Ari Wijana. Kita tahu bersama bahwa Ari Wijana tidak pernah ada catatan kriminal, tidak mendapat hukuman disiplin, lalu bagaimana bisa Ari Wijana nonjob,” tegas Jemari Yoseph Dogon.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Elvianus Wairata, mengatakan, dalam waktu dekat ini akan ditunjuk Plt. untuk kedua badan yang baru, juga termasuk Plt Kepala Inspektorat Daerah Kota Kupang.

“Kita segera tunjuk Plt untuk Badan Keuangan dan Aset Daerah, juga Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah serta Plt Inspektorat Daerah. Tentunya penunjukan Plt akan diputuskan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang,” kata Elvianus Wairata.

Dia mengaku, sampai saat ini pihaknya masih menunggu instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, terkait siapa-siapa saja yang akan ditunjuk menjadi Plt, karena merupakan kewenangan kepala daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe, mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi dengan pemerintah Provinsi NTT, terkait perubahan nomenklatur ini. Pasalnya, karena adanya perubahan nomenklatur, sehingga Ari Wijana dinonjobkan.

Selain itu kata Ade, jika nanti Ari Wijana ditunjuk menjadi pelaksana tugas, maka tentunya dia juga harus menduduki satu jabatan definitif di jajaran eselon II.

“Jika nantinya Ari Wijana ditunjuk menjadi salah satu pelaksana tugas, maka akan dikonsultasikan ke provinsi, apakah bisa jika Ari Wijana menjadi pelaksana tugas tanpa menduduki satu jabatan eselon II atau tanpa jabatan definitif,” ungkapnya.

Ade menjelaskan, Ari Wijana dinonjobkan karena adanya perubahan nomenklatur dan tidak bisa menduduki jabatan mana pun, karena harus melalui seleksi Pansel dan Assesor.

“Kita akan lihat nanti bagaimana hasil konsuktasi dengan provinsi, jika bisa maka Ari Wijana dapat menjabat sebagai Plt di salah satu jabatan, dan menunggu sampai dibukanya seleksi pengisian jabatan eselon II yang lowong,” ungkapnya.

Ade mengaku, dijadwalkan pada Februari mendatang akan digelar seleksi pengisian jabatan eselon II yang lowong sebanyak 7 jabatan, yaitu jabatan Kepala Inspektorat Daerah, Kepala Badan Keuangan dan Aset, Kepala Badan Pendapatan, dua jabatan staf ahli dan Kasat Pol PP dan jabatan Asisten III.

Seleksi pengisian jabatan eselon II ini juga sekaligus dengan seleksi pengisian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang.

Diharapkan agar Assesor dan tim Pansel yang sudah terbentuk nantinya bisa bekerja secara profesional dan baik.

Dia mengatakan, untuk pengisian jabatan Sekda, akan dibuka untuk pejabat di lingkup pemerintah Kota Kupang yang telah memenuhi syarat.

Jika nantinya tidak mendapatkan pejabat yang dapat menduduki jabatan Sekda, barulah akan dibuka untuk lingkup yang lebih luas yaitu Provinsi NTT.

“Kita akan ikuti saja dinamikanya, tentunya banyak pejabat di lingkup Pemkot Kupang yang memenuhi syarat untuk ikut dalam seleksi Sekda. Kita akan lihat nantinya seperti apa,” jelas Ade Manafe.

Sementara itu, Ari Wijana, saat dikonfirmasi mengatakan,  dirinya sebagai ASN tentunya akan ikut perintah pimpinan, dan siap untuk melaksanakan tugas dimana saja, dan apapun keputusan pimpinan akan diikuti. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!