Jadi Tersangka, Kades Oenaem Ditahan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Jadi Tersangka, Kades Oenaem Ditahan

AMANKAN. Tim Buser Polres TTU saat mengamankan Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi bersama tiga orang lainnya di kawasan Hutan Bifemnasi-Sanmahole.

PETRUS USBOKO/TIMEX

Kasus Illegal Logging di Kawasan Hutan Bifemnasi-Sonmahole

KEFAMENANU, TIMEX – Kepala Desa Oenaem Kecamatan Biboki Selatan, Bernadus Nesi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres TTU dalam kasus dugaan illegal logging yang terjadi di kawasan Hutan Bifemnasi-Sonmahole, beberapa waktu lalu.

Penetapan tersangka kepada kepala desa lantaran terbukti melakukan pembalakan kayu jati di kawasan hutan tanpa mengantongi izin resmi dari Kementerian Kehutanan RI.

Kasat Reksrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan kepada Timor Express, Selasa (14/1) menuturkan, Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres TTU dalam kasus dugaan illegal logging di kawasan Hutan Bifemnasi-Sonmahole, beberapa waktu.

Sementara, tiga orang lainnya yang turut diamankan bersama Bernadus di lokasi kejadian, masing-masing Fidelis G Neonnub, Agunsae D Nailape dan Aleksander Sauto belum memiliki cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka, sehingga ketiganya masih berstatus sebagai saksi.

Pasalnya, sesuai dengan interogasi penyidik terhadap ketiga pelaku, mereka hanya menjalankan perintah dari Bernadus Nesi tanpa mengetahui, jika lokasi tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Sedangkan untuk ketiga pelaku masih berstatus saksi karena mereka hanya menjalankan perintah, namun tidak mengetahui lokasi tersebut bermasalah atau bukan,” tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengakuan Bernadus Nesi, kayu jati yang ditebang tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan gedung kantor desa.

Karena itu, pihaknya menduga dana yang telah dialokasikan melalui dana desa untuk pembangunan gedung kantor desa tersebut sudah disalahgunakan sehingga pihaknya melakukan aksi nekat untuk menebang kayu jati di kawasan hutan sebagai penggantinya.

Menurut Tatang, pihaknya juga telah mengagendakan untuk melakukan pemeriksaan berkaitan dengan pengelolaan dana desa Oenaem selama kepemimpinan Bernadus Nesi.

“Hasil pengakuan tersangka, kayu yang dipotong mau digunakan untuk pembangunan balai desa. Padahal, pembangunan itu telah dianggarkan melalui dana desa sehingga besar kemungkinan dana desa telah disalahgunakan oleh tersangka,” pungkasnya. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!