Lagi, Warga Rafae Pertanyakan Persoalan Pilkades – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Lagi, Warga Rafae Pertanyakan Persoalan Pilkades

PERTANYAKAN. Sejumlah warga Desa Rafae mempertanyakan nasib pilkades kepada Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belu di lobi gedung DPRD, Senin (20/1).

FRANS KOLO/TIMEX

ATAMBUA, TIMEX – Sejumlah warga Desa Rafae Kecamatan Raimanuk, kembali mempertanyakan persoalan pilkades, Senin (20/1). Sebab, hasil pilkades yang diperoleh usai rapat pleno perhitungan suara oleh panitia pilkades tingkat desa, hingga kemarin belum mendapat pengesahan oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay.

“Kami kecewa dengan penjelasan pak wakil bupati saat kami bertemu di aula pemkab minggu lalu. Masa pak wakil tidak mengakui kepala desa terpilih yang sudah ditetapkan oleh panitia,” ungkap Yuliana F Luan saat ditemui Ketua Komisi I DPRD Belu, Benny Manek di lobi gedung DPRD.

Penjelasan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan yang menyatakan hasil pilkades Rafae tidak sah karena prosesnya menyalahi Perda Nomor 6/2015 tentang Pilkades menurut warga cukup membingungkan. “Kepala desa terpilih sudah ada kenapa tidak lantik. Kami bingung dengan pernyataan pak wakil bupati katanya panitia desa menyetujui proses yang salah dan lain sebagainya,” kata Yuliana saat bersama tiga warganya menemui Ketua Komisi I DPRD Belu.

Menanggapi pertanyaan warga, Ketua Komisi I DPRD Belu, Beny Manek berjanji akan memfasilitasi rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Kabupaten Belu. Komisi I kata Beny, akan menyurati Dinas PMD dan instansi pemerintah terkait untuk memberi penjelasan, Rabu (22/1).

“Baik, mama dan bapak-bapak yang ada saya minta pulang saja nanti kami surati pemerintah untuk jelaskan masalah ini pada hari Rabu. Kami minta bapak-bapak dan mama bersama warga lain bisa datang hari Rabu untuk kita dengarkan bersama penjelasan pemerintah,” katanya.

Pilkades Rafae beberapa bulan lalu diikuti lima orang calon yaitu Hironimus Parera, Petronela Manek, Erika Ukat, Emanuel Bauk Hale dan Damianus Manehat. Saat pleno perhitungan suara oleh panitia pilkades tingkat desa, calon kepala desa Hironimus Parera memperoleh suara terbanyak yaitu 267 suara.

Walau demikian, empat calon kepala desa lainnya melakukan protes atas hasil rapat pleno perhitungan suara yang melegalkan  surat suara tidak sah karena terdapat coblos ganda pada surat suara yang sama. Aksi protes empat calon kepala desa lainnya sesuai amanat Perda Nomor 6/2015 yang menyatakan, surat suara yang dicoblos ganda tidak sah.

Meski hasil rapat pleno perhitungan suara oleh panitia pilkades tingkat desa menuai aksi protes, namun panitia dan para saksi calon tetap melegalkan hasil rapat pleno perhitungan suara yang jelas melangkahi amanat Perda Nomor 6/2015. (ogi/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!