Belalang Serang Tanaman Jagung dan Padi – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Belalang Serang Tanaman Jagung dan Padi

RUSAK. Kondisi tanaman jagung di Kota Komba yang rusak diserang hama belalang.

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Puluhan hektare jagung dan padi di Kelurahan Watunggene Kecamatan Kota Komba, diserang hama belalang. Upaya semprot dengan bahan kimia tidak berhasil.

“Semua tanaman jagung dan padi di wilayah Kelurahan Watunggene rusak dimakan hama belalang. Ribuan jumlah belalang itu bergerombolan hinggap di daun dan batang tanaman jagung. Dalam hitungan menit, daun dan batang jagung rusak dilalap belalang,” ujar staf Kelurahan Watunggene, Yos Gandut kepada Timor Express melalui telepon, Rabu (19/2).

Setelah melalap seluruh daun dan batang jagung, belalang berpindah lagi ke pohon jagung yang lain. Warga mencoba mengusir, namun tidak berhasil lantaran jumlahnya terlampau banyak. Ada warga yang mencoba membuat perapian dengan membakar ban bekas agar menimbulkan asap, namun cara ini tidak mempan.

Menurut dia, bencana itu terjadi sejak berapa hari lalu dan sampai sekarang belum bisa diatasi. Dinas Pertanian Kabupaten Matim sudah datang melihat peristiwa tersebut. Rata-rata tanaman jagung yang diserang sudah berusia dua bulan. Tanaman padi bervariasi, ada yang baru berusia satu bulan dan dua bulan.

Camat Kota Komba, Hans Athman yang dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (19/2) membenarkan tanaman jagung di Kelurahan Watunggene diserang hama belalang. Bahkan, tidak saja jagung, tapi tanaman padi di persawahan Wae Lengga rusak diserang belalang. Sudah ada upaya penyemprotan, tapi tidak berhasil.

“Untuk tanaman jagung ada puluhan hektare total luasnya rusak karena diserang belalang. Hama belalang juga serang tanaman padi di sawah. Sudah dicoba dengan upaya semprot pakai obat kimia dari Dinas  Pertanian, tapi tetap tidak berhasil,” kata Hans.

Menurut dia, karena upaya penyemprotan dengan obat kimia tidak berhasil, warga berencana akan mengusir hama belalang dengan ritual adat ‘tolak bala’.

Kata Hans, ini satunya cara terakhir, yang harus dilakukan untuk menghilangan bencana hama belalang. Rencana melakukan ritual pada 25 Februari 2020. Ritual adat tolak bala sudah terbukti ketika hama yang sama menyerang tanaman padi dan jagung warga Borong tahun 2007. Juga bencana yang sama terjadi di wilayah Kelurahan Watunggene tahun 2010.

“Sudah kehilangan cara untuk membasmi hama belalang ini. Cara terakhir, warga akan lakukan ritual adat tolak bala. Akibat serangan belalang ini, tanaman jagung dan padi rusak. Bisa dipastikan, petani gagal panen. Karena kondisi tanaman yang sudah diserang belalang tidak bisa tumbuh normal,” ujar Hans. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!