Prioritas Indikasi Geografis Tenun Ikat – Timor Express

Timor Express

METRO

Prioritas Indikasi Geografis Tenun Ikat

Mercyana Djone, Perempuan NTT Pertama Kakanwil Hukum dan HAM NTT

KUPANG, TIMEX – Mercyana Djone dilantik menduduki jabatan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM NTT, Kamis (27/2) sore di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM RI Jakarta. Mercy menjadi perempuan pertama NTT yang menduduki posisi puncak di Kantor Wilayah Hukum dan HAM NTT.

Mercy yang diwawancara koran ini malam tadi melalui telepon seluler mengatakan dirinya sangat bersyukur karena dipercaya menduduki jabatan Kakanwil Hukum dan HAM NTT.

“Pertama saya bersyukur pada Tuhan karena saya bisa menjadi Kakanwil Hukum dan HAM NTT. Saya orang kedua dan perempuan pertama dari NTT yang menempati posisi ini,” jawab Mercy ketika dikonfirmasi koran ini.

Sebagai anak NTT, lanjut mantan Kadiv Yankum Kanwil Hukum dan HAM NTT ini, dirinya dan seluruh jajaran berkomitemen melaksanakan sebagian tugas pembangunan Hukum dan HAM di NTT dengan lebih baik lagi.

“Misalnya meningkatkan pelayanan administrasi hukum umum dan percepatan kekayaan intelektual secara online,” jelas Mercy.

Perempuan asal Ngada ini juga memastikan semua orang tidak mampu ketika berhadapan dengan hukum wajib mendapatkan bantuan hukum secara gratis dari pihaknya. Selain itu, percepatan pelaksanaan UU Nomor 15 tahun 2019 melalui fasilitasi Pengharmonisasian Produk Hukum Daerah. “Saya juga berkomitmen semua pelayanan di Imigrasi Pemasyarakatan harus berjalan dengan baik, terutama pelayanan kepada publik dan semua pelayanan harus dilaksanakan secara terpadu dan konsisten,” jelas Mercy.

Program kami setelah pelantikan, lanjutnya, adalah percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi melalui Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). “Untuk mewujudkan program ini kami butuh dukungan dari semua pihak,” ajak Mercy yang pernah menduduki jabatan Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM di Sulawesi Utara itu.

Program lainnya yang akan diwujudkan, jelas perempuan kelahiran Bajawa, 26 November 1964 itu adalah percepatan perlindungan indikasi geografis terutama tenun ikat NTT agar tidak dijiplak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Kami telah bekerja sama dengan Pemda NTT agar di tahun 2020 semua tenun ikat sudah ada perlidungan hukum,” tegas Mercy.

Apresiasi diberikan atas pelantikan Mercy Djone sebagai Kakanwil Hukum dan HAM NTT ini. Sebagaimana disampaikan dua srikandi NTT yang juga menduduki jabatan strategis. Ketua DPRD NTT Emelia Nomleni dan Wakil Ketua DPRD NTT Inche Sayuna.

Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni memberi apresiasi dan proficiat kepada Mercy Djone. “Ini menambah sejarah keberhasilan perempuan NTT di ruang publik. Dan ini memberikan angin segar bagi masyarakat NTT untuk kepemimpinan perempuan,” kata Emi.

Ketua DPD PDIP NTT ini mengatakan, stigma terhadap perempuan soal lemah, tidak mampu dan lainnya terpatahkan. Dia mengatakan, perempuan NTT telah membuktikan bahwa mereka mampu. “Namun hal ini harus dipandang bukan sebagai persaingan antara perempuan dan laki-laki tetapi harus dipandang sebagai sebuah relasi yang positif antara perempuan dan laki-laki dalam mengisi pembangunan,” tegas Emi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTT Inche Sayuna memberi apresiasi khusus kepada Mercyana Djone. “Kami ucapkan selamat kepada ibu Mercyana yang dilantik menjadi Kakanwil Hukum dan HAM NTT. Ini puncak pencapaian karier yang patut dibanggakan. Kehadiran beliau tentu sangat berarti dalam memperkuat barisan representasi perempuan dalam kancah politik dan pembangunan di NTT,” ujar Inche.

Dirinya mengatakan, NTT punya banyak kader perempuan yang hari ini menempati posisi penting baik di bidang legislatif, eksekutif dan yudikatif. “Dan kita menaruh harapan yang besar agar dapat melihat jabatan ini sebagai ladang pengabdian sehingga bisa menyumbangkan pikiran, tangan dan hatinya bagi masyarakat NTT yang lebih baik lagi,” lanjut Inche.

Sekretaris DPD I Golkar NTT ini berharap ada perubahan yang dihasilkan dari kepemimpinan perempuan saat ini. Kolaborasi kepemimpinan yang adil gender akan menghasilkan kebijakan pembangunan yang responsif gender.

“Dan itu mimpi bersama dari perjuangan pergerakan perempuan. Charlotte Elisabeth Whitton mengingatkan kita bahwa seklipun perempuan harus melakukan dua kali lebih baik dari laki-laki dan itupun hanya diakui setengahnya saja tapi percayalah bahwa menjadi pemimpin perempuan dalam dunia politik (legislatif, eksekutif dan jusikatif) bukanlah hal yang sulit dilakukan oleh seorang perempuan. Kita semua menunggu perubahan itu dan saya optimis bahwa semuanya akan menjadi lebih baik. Sekali lagi selamat buat ibu Mercyana,” ujar Inche.

Selain Mercyana Djone yang dilantik sebagai Kakanwil Hukum dan HAM NTT, beberapa pejabat Kanwil Hukum dan HAM NTT juga dilantik menduduki jabatan baru. Mantan Kakanwil Hukum dan HAM NTT Asep Syarifudin menjadi Kapuslitbang Kementerian Hukum dan HAM RI, Kadiv Imigrasi menjadi Kadivim di Banten dan Kadiv PAS menjadi Kadiv Pemasyarakat Sumatera Barat. (ito/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!