KPID Minta Hindari Hoax Covid-19 – Timor Express

Timor Express

METRO

KPID Minta Hindari Hoax Covid-19

KUPANG, TIMEX – Lembaga penyiaran radio dan televisi diingatkan untuk tidak meyebarkan informasi hoax atau informasi bohong terkait isu wabah virus korona. Apabila ada yang melanggar akan diberi tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT, Yosep Kolo saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Jumat (6/3) mengatakan di era kemajuan teknologi seperti saat ini masyarakat sangat mudah memperoleh informasi yang disiarkan lembaga penyiaran. Tetapi dalam penyiaran terkadang tidak melalui proses verifikasi sumber informasi dan data yang memadai. Dalam menyebarkan informasi ada batasan untuk tidak menambah atau menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat terkait virus korona.

“Kita sudah himbau semua lembaga penyiaran TV dan radio di NTT agar tidak tayangkan informasi hoaks terkait isu wabah virus korona,” jelasnya.

Yosep menjelaskan lembaga penyiaran yang ada di NTT diminta untuk tidak menimbulkan kepanikan atau ketakutan bagi masyarakat karena menayangkan informasi tentang bahaya virus korona tanpa melalui konfirmasi sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebab lembaga penyiaran mesti memberikan informasi yang mendidik bukan memprovokasi masyarakat lewat berita bohong terkait virus korona hanya dengan tujuan untuk mengejar rating tanpa memperhatikan kebenaran informasi yang bisa diproduksi untuk dikonsumsi oleh publik ntt.

Lebih lanjut Yosep mengatakan semua program yang disiarkan terkait wabah virus corona tentu disampaikan dengan hati-hati, tidak spekulatif dan tidak menimbulkan kepanikan masyarakat. Termasuk pernyataan host, reporter, penyiar harus gunakan pilihan kata yang tepat dan tidak terkesan mendramatisir atau menakuti masyarakat.

Selain itu menggunakan sumber informasi tentang virus corona dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan terkonfirmasi serta tidak menyiarkan informasi dari media sosial kecuali informasi yang terkonfirmasi kebenarannya.

Selain itu, kata Yosep, menghadirkan narasumber yang kredibel dan menyampaikan materi wawancara secara positif dalam pembahasan
wabah virus korona tidak menyebut identitas pasien dan tidak mengeksploitasi lingkungan dan warga sekitar penderita. Menyampaikan data-data tentang wabah virus korona secara berimbang. Jika hendak menyampaikan angka kematian harus diikuti angka persentase kesembuhan.

Dikatakan dalam menyiarkan informasi layanan masyarakat tentang wabah virus korona berisi cara persebaran, gejala, langkah pencegahan dan penanganan dini, hotline service pemerintah dan di daerah, serta rumah sakit yang ditunjuk untuk penanganan.

Menyampaikan peringatan bahwa pihak-pihak yang memanfaatkan situasi terkait wabah Virus korona seperti spekulan masker dan hand sanitizer, diancam penjara 6 tahun dan maksimal denda Rp 4 milyar sebagaimana disebutkan dalam UU No. 24/2007 tentang penanggulangan bencana.

“Dalam hal lembaga penyiaran tidak melaksanakan beberapa ketentuan di atas, maka akan ditindak lanjuti sesuai kewenangan KPI sebagaimana Peraturan KPI Nomor Ol/P/KPI/03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Peraturan KPI Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran,” jelasnya.

Dikatakan, lembaga penyiaran di NTT harus mematuhi amanat UU nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, UU no 24 tentang penanggulangan bencana serta peraturan KPI nomor 1 dan nomor 2 tahun 2012 Tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau P3SP. Untuk itu lembaga penyiaran harus mampu memberikan informasi yang dapat membantu mengedukasi masyarakat tentang informasi yang benar dan mendidik bukan memprovokasi masyarakat NTT.

“Kita harap masyarakat agar cerdas dan kritis menggunakan media jangan diterima lurus lurus,”pintanya.

Selain itu ia mengatakan KPID NTT terus gencar melakukan kegiatan literasi media untuk memberikan pemahaman untuk seluruh komponen masyarakat NTT tentang cara menggunakan media yang benar dan menginformasikan bahaya menggunakan media. (mg33/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!