Libatkan Organisasi Penggerak Tingkatkan Kualitas Guru – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Libatkan Organisasi Penggerak Tingkatkan Kualitas Guru

JAKARTA, TIMEX–Episode keempat program Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diluncurkan kemarin (10/3). Pada episode kali ini, kementerian pimpinan Nadiem Makarim ini akan berfokus pada peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah dengan melibatkan organisasi penggerak.

Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Supriano menjelaskan, melibatkan sejumlah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, terutama organisasi-organisasi yang sudah memiliki rekam jejak dalam implementasi program pelatihan guru dan kepala sekolah.  Sehingga, diharapkan model-model pelatihan yang diterapkan nantinya dapat meningkatkan kemampuan profesional para pendidik. ”Yang nantinya juga akan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa,”jelasnya di Jakarta, kemarin (10/3).

Kemendikbud nantinya akan menyaring organisasi penggerak melalui sesi seleksi proposal. Saat ini pendaftaran bagi organisasi penggerak yang ingin berpertisipasi telah dibuka sejak 2 Maret hingga 16 April 2020 nanti. Selain membuat proposal kegiatan yang didaftarkan melalui laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id, organisasi penggerak juga diminta menyertakan bukti rekam jejak dan besaran dana yang dibutuhkan. Hasil verifikasi proposal akan diumumkan paling lambat 8 Juni 2020 melalui laman Organisasi Penggerak dan surat elektronik. ”Saat ini tercatat sudah 3300 organisasi penggerak dan 12 ribu individu yang mendaftar,”ungkapnya.

Dalam proses seleksinya, ada beberapa factor yang bakal dinilai. Mulai dari identifikasi kelayakan berupa tinjauan dokumen yang diajukan, evaluasi teknis dan keuangan oleh tim independen untuk menjamin tidak ada intervensi dari pihak dalam dan luar Kemendikbud, serta verifikasi dengan mengunjungi lokasi program organisasi penggerak yang terpilih.

Kemudian, mereka nantinya bakal dikerucutkan menjadi tiga kategori berdasarkan banyak sasaran satuan pendidikan. Yakni, Kategori Gajah dengan sasaran lebih dari 100 satuan pendidikan. Pada kategori ini, organisasi penggerak dapat memperoleh bantuan maksimal Rp. 20 miliar per tahun. Kedua, kategori Macan. Pada kategori ini, sasaran satuan pendidikan mencapai 21 sampai dengan 100 satuan pendidikan. Mereka akan memperoleh bantuan maksimal Rp. 5 miliar per tahun. Ketiga, Kategori Kijang dengan sasaran 5 sampai dengan 20 satuan pendidikan. Kategori ini dapat memperoleh bantuan maksimal Rp. 1 miliar per tahun.

Fase pertama program direncanakan mulai berjalan dari tahun 2020 sampai dengan 2022. Pada periode ini, Program Organisasi Penggerak diharapkan dapat meningkatkan kompetensi 50 ribu guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di 5 ribu PAUD, SD, SMP. Sehingga nantinya, ketika kompetensi guru dan kepala sekolah meningkat maka guru bisa lebih berpihak kepada anak dan mengajar sesuai tahap perkembangan siswa. Dengan begitu, siswa menjadi senang belajar, berakhlak mulia, kritis, kreatif, dan kolaboratif (gotong royong).

”Tentunya nanti ada pemantauan dan evaluasi dampak. Nanti kalau memang tidak sesuai, akan ditinjau ulang proposalnya,”tegasnya.

Soal kuota, diakuinya, taka da kuota pasti. Banyaknya organisasi penggerak yang terjaring bakal disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki Kemendikbud. Untuk satu tahun, kemendikbud menyiapkan dana sebesar Rp 595 Milyar. (mia/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!