Organda Minta Dishub Tertibkan Angkutan Liar – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Organda Minta Dishub Tertibkan Angkutan Liar

ENDE, TIMEX – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Ende, Maximus Deki meminta Dinas Perhubungan menertibkan angkutan umum liar. Dia menyebutkan, banyak kendaraan umum yang beroperasi khususnya yang tidak mengikuti aturan dan diluar dari aturan.

Hal ini dikatakan Maximus Deki usai dengar pendapat bersama para sopir angkutan umum pedesaan, Senin (9/3) di gedung DPRD Ende. Dikatakan, beroperasinya kendaraan-kendaraan tersebut, menyebabkan kendaraan lain yang disebut legal menderita kerugian.

“Saya minta Dinas Perhubungan segera tertibkan kendaraan ilegal, sehingga tidak merugikan para penyedia jasa transportasi yang legal,” ujarnya.

Karena tambah dia, kasihan dengan kendaraan yang legal yang membayar pajak dan mengikuti aturan main.

Dia berharap, dinas bisa bekerja sama dengan Samsat untuk menertibkan kendaraan ilegal atau liar.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Mustaqim Mberu mengatakan, berkaitan dengan hal tersebut pihaknya sudah melakukan penindakan terhadap kendaraan yang penggunaan tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Dia mencontohkan, kendaraan yang berplat hitam khususnya mobil pikap sudah mulai ditertibkan.

“Kita sudah mulai melakukan penertiban. Kita tidak bisa serentak, namun sampel karena ada ratusan yang ada sekarang,” ujar dia.

Ia menjelaskan, hal ini lebih berkaitan dengan mobil pikap, di mana tambahnya, dirinya tidak akan menerbitkan izin trayek karena menyimpang dari aturan.

Dikatakan, mobil pikap diperuntukkan bagi angkutan barang bukan angkutan umum atau penumpang. Sekali lagi ia katakan untuk ke depan tidak akan mengeluarkan izin trayek bagi kendaraan tersebut. Sementara untuk beberapa kendaraan yang sudah memiliki izin trayek pihaknya akan melihat kembali.

“Saya pastikan saat saya jabat kepala dinas, izin trayek saya tidak akan keluarkan untuk pikap. Sementara yang sudah keluarkan izin trayek akan kami tinjau lagi,” ujar dia.

Peninjauan kembali akan dilakukan karena tambah dia, ada beberapa lokasi atau wilayah yang hanya bisa dilewati kendaraan seperti itu. Karena itu dia akan melihat lokasi dan melakukan survei lapangan.

“Kita akan lihat lokasi apakah kendaraan hanya bisa dilalui oleh pikap atau seperti apa. Dari situ kita evaluasi. Yang jelas izin trayek tidak diberi lagi,” pungkasnya. (kr7/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!