Sawah Tertimbun Lumpur dan Jalan Putus – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Sawah Tertimbun Lumpur dan Jalan Putus

TINJAU LOKASI. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu meninjau ruas jalan yang putus akibat tergerus banjir di Dusun Baubafan Desa Lidabesi Kecamatan Rote Tengah, Senin (9/3).

MARNIX SALEKY/TIMEX

Akibat Hujan yang Mengguyur Rote Ndao

BA’A, TIMEX – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Rote Ndao dalam dua hari terakhir, mengakibatkan rusaknya beberapa infrastruktur. Kerusakan terparah terjadi di kompleks persawahan Lualela Desa Lidamanu Kecamatan Rote Tengah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao, Diksel Haning saat dikonfirmasi Timor Express, Senin (9/3) menjelaskan, selain Kecamatan Rote Tengah, Lobalain dan Rote Barat Daya juga terdampak. Sementara kecamatan lain belum melaporkan terkait kerusakan yang dialami.

“Kami telah meninjau lokasi Lualela setelah mendapat informasi dari warga. Kondisinya cukup parah dibanding tempat lain. Kecamatan lain belum ada laporan kerusakan,” kata Diksel.

Hal senada diungkapkan Camat Rote Tengah, Marthen Muskanan. Diakui, terdapat kerusakan pada saluran irigasi, bahkan lahan sawah tertimbun material yang dibawa banjir.

“Ada saluran irigasi yang patah. Sekitar puluhan meter. Sawah juga tertimbun material berupa lumpur, batu dan kayu sehingga terancam gagal panen,” kata Marthen.

Menanggapi kerusakan yang berdampak pada hasil produksi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, Salmun Haning mengatakan, pihaknya siap mengganti kerugian dengan cara mengembalikan bibit yang telah digunakan. Bibit kata dia, akan diserahkan langsung kepada pemilik sawah yang terdampak.

“Kami akan mengganti bibit padi yang telah digunakan petani. Luas lahan sawah yang terdampak sebanyak 6 hektare,” kata Salmun melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, ketua kelompok persawahan Lualela, Polce Pello mengatakan, terdapat 24 bidang sawah yang tertimbul material yang dibawa banjir. Dari 24 bidang sawah itu, kondisi terparah pada dua bidang. Dua bidang sawah itu kata dia, tidak bisa mengandalkan tenaga manusia untuk memindahkan timbunan lumpur yang sudah membukit di dalam sawah.

“Sebanyak 24 bidang sawah yang rusak akibat tertutup lumpur, kayu dan batu. Paling parah dua bidang yang dimiliki oleh Ranoh Tulle dan Jekriel Sinlae,” kata Polce.

Sedangkan 22 pemilik sawah lainnya adalah Adihan Tallo, Rehin Ledoh, Debi Polin, Robert Makandolu, Robinson Toelle, Jostaf Kiuk, Timotius Helianak, Deni Pello, Polce Pello, Victor Fangidae, Jelpianus Pello, Fredik Muskanan, Rinto Amalo, Esau Amalo, Jeskial Tulle, Mesak Fangidae, Oktofianus Fangidae, Joni Dellu, Melfen Mata’u, Yolan Tulle dan Yosi Dethan.

Pesawah tersebut tersebar di tiga desa yaitu, Desa Lidamanu, Desa Lidabesi dan Desa Maubesi. Total kerugian yang dialami pesawah belasan ton padi. Jika dihitung berdasarkan hasil produksi rata-rata pada lahan seluas 6 hektare.

Untuk melihat lebih dekat kerusakan akibat gerusan air hujan yang terjadi beberapa waktu lalu, Senin (9/3), Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu meninjau beberapa titik terdampak kerusakan. Diantaranya, ruas jalan di Dusun Baubafan Desa Lidabesi Kecamatan Rote Tengah dan Desa Oematamboli Kecamatan Lobalain.

Di Baubafan, ditemukan kondisi jalan yang putus, sehingga menurut bupati yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dominggus Modok mengatakan akan ditanggulangi melalui dana tanggap darurat.

Untuk diketahui, beberapa sarana infrastruktur lain yang mengalami kerusakan adalah jembatan Lela Desa Lidamanu Kecamatan Rote Tengah, ruas jalan usaha tani Dusun Tuanatuk Desa Tuanatuk Kecamatan Lobalain dan tembok penahan tanah (TPT) Dusun Lidamanu Desa Lentera Kecamatan Rote Barat Daya. (mg32/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!