Hati-hati HOAX Covid-19 – Timor Express

Timor Express

METRO

Hati-hati HOAX Covid-19

BANTAH PASIEN COVID-19. Direktur RSUD Mgr.Gabriel Manek SVD Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty didampingi wakil bupati Belu J.T. Ose Luan memberi keterangan soal isu adanya pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, Minggu (15/3).

FRANS BORGIAS KOLO/TIMEX

* Isu Covid-19 di RSUD Atambua Heboh
* Kakanwil Hukum dan HAM NTT Benarkan Petugas Imigrasi Dirawat
* Undana Keluarkan Edaran

ATAMBUA, TIMEX – Warga Kota Atambua dan sekitarnya, Minggu (15/3) dihebohkan dengan isu adanya pasien suspect Covid-19 terdeteksi di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua.

Isu ini sempat heboh dan membuat panik banyak kalangan. Disebutkan bahwa ada salah seorang pegawai Imigrasi Klas IIb Atambua yang bertugas di PLBN Motaain terdeteksi mengidap virus corona (Covid-19). Ia sednag menjalani perawatan medis di ruang isolasi di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua.

Wakil Bupati Belu, J.T.Ose Luan dan beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Belu sempat mendatangi RSUD Mgr.

Gabriel Manek SVD Atambua untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Walau demikian informasi tersebut akhirnya dipatahkan dengan hasil pemeriksaan para dokter RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua yang menyebut tidak adanya tanda-tanda Covid-19 pada pasien yang menjalani perawatan medis di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua sejak kemarin sore itu.

Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty dalam konferensi pers di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua tadi malam mengakui ada seorang staf imigrasi PLBN Motaain yang berobat dengan keluhan batuk dan sedikit sesak napas ke RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua kemarin sore. “Memang benar sekitar pukul 17.00 ada seorang staf imigrasi PLBN Motaain yang datang berobat dengan keluhan batuk dan sedikit sesak napas,” jelas dr. Batsheba Elena Corputty.

Menurut dia, untuk menjaga keamanan pasien yang lain dan tenaga medis, maka sesuai prosedur paramedis yang saat itu sedang bertugas di ruang IGD menyarankan kepada pasien yang bersangkutan untuk menunggu di depan IGD dengan menggunakan masker. Alasannya ruang IGD yang ada belum sesuai standar isolasi.

“Namun pada saat dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis yakni dua dokter umum dan satu dokter spesialis penyakit dalam serta dilakukan pemeriksaan rontgen dada, maka kami dari pihak RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua menyatakan bahwa pasien tersebut tidak memiliki ciri-ciri suspek COVID-19, sehingga diperbolehkan pulang untuk istirahat di tempat tinggalnya. Dengan tetap berkoordinasi dengan tim dari RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu,” jelas Elena.

Kondisi terakhir pasien yang bersangkutan dalam keadaan stabil, dengan tanda-tanda vital baik, dan tidak ada tanda sesak napas. “Suhu dengan termometer infrared tercatat 36,5 derajat celius,” jelasnya.

Dikatakan, prosedur pemeriksaan di luar IGD Umum mungkin dianggap berlebihan, namun semata-mata untuk mengamankan secara umum pasien di IGD dan tenaga medis di IGD sehingga pelayanan di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua tetap dapat berjalan dengan baik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Mercyana Djone yang dikonfirmasi koran ini malam tadi membenarkan salah seorang stafnya yang bertugas di Kantor Imigrasi PLBN Motaain dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua.

“Penjelasan dari Kanim Atambua bahwa pegawai yang bersangkutan sudah diperiksa di RSUD Atambua dan menurut penjelasan bahwa yang bersangkutan menderita infeksi paru paru,” jelas Mercyana. Ia menambahkan masyarakat mesti tetap tenang dan tidak panik.

Dirinya juga berharap masyarakat tidak mudah menerima dan percaya dengan informasi yang cepat beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.

Undana Keluarkan Edaran

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D dikonfirmasi koran ini Minggu kemarin menjelaskan pihaknya segera mengeluarkan edaran terkait Covid-19.

“Esok (hari ini) kami keluarkan surat edaran untuk pembatasan aktivitas dalam kampus yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak,” jelas Prof. Fred.

Selain itu, akan diupayakan perkuliahan juga dilakukan secara daring (E-Learning), akses publik ke dalam kampus juga dibatasi hanya untuk mereka yang punya kepentingan penting dengan urusan kampus Undana. “Kegiatan kemahasiswaan, seminar, workshop juga akan dibatasi sementara. Kami harus melakukan rapat pimpinan sehabis apel pagi sebelum surat edaran diedarkan kepada seluruh Civitas Akademika Undana,” jelas Fred melalui pesan WhatsApp kepada koran ini. (ogi/ito)

Perang Melawan Korona

Terdapat 1.293 orang di 28 provinsi yang diperiksa. Hasilnya:

– 1.167 orang negatif

– 117 kasus positif

– 9 sampel masih dalam pemeriksaan

Catatan : Data sejak 30 Desember 2019 sampai 15 Maret 2020 pukul 14.00 WIB

Pemetaan wilayah terjangkit

– DKI Jakarta

– Jawa Barat (Kab Bekasi, Depok, Cirebon, Purwakarta, Bandung)

– Banten (Kab Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan)

– Jawa Tengah (Solo)

– Kalimantan Barat (Pontianak)

– Sulawesi Utara (Manado)

– Bali

– DI Jogjakarta

Sumber: Kementerian Kesehatan



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!