15 Orang Berstatus ODP – Timor Express

Timor Express

METRO

15 Orang Berstatus ODP

NTT DARURAT COVID-19
Sekolah Libur Mulai 20 Maret-2 April

KUPANG, TIMEX – Hingga Rabu (18/3) kemarin, Provinsi NTT masih negatif Covid-19. Namun sesuai data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, orang dengan status dalam pengawasan (ODP) sudah berjumlah 15 orang.

Saat ini mereka sedang dirawat di dua rumah sakit rujukan. Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Dominikus Minggu Mere kepada wartawan, kemarin menjelaskan terdapat 15 warga yang masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) kasus korona.

Dari 15 orang sebanyak 13 dirawat di RSUD W. Z. Johannes Kupang sedangkan dua orang di RSUD T.C. Hillers Maumere. (Belum termasuk ODP yang dirawat di RSU Mgr. Gabriel Manek Atambua). Jumlah orang dalam pemantauan masih di rawat di ruang isolasi untuk dilakukan observasi.

Ia mengatakan saat ini NTT masuk kategori kedaruratan covid-19. Sehingga pihaknya akan terus mengupdate informasi terbaru sehingga bisa diketahui masyarakat untuk selalu waspada. Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol NTT,

Marius Ardu Jelamu, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi untuk menghindari terjadinya penyebaran wabah virus korona masuk NTT. Saat ini dua RSU rujukan sedang menangani pasien dalam status sebagai orang dalam pemantauan covid-19, sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel di Jakarta.

Dikatakan NTT tidak kesulitan karena terdapat dua maskapai yakni Garuda Airlines dan TransNusa yang menerima sertifikat untuk membantu NTT membawa sampel ODP untuk diperiksa di Balitbangkes Kemenkes di Jakarta.

Pemerintah provinsi NTT, menurut Marius, terus berkoordinasi menyiapkan kebutuhan alat pengamanan diri (APD) seperti masker N-9. Pemerintah juga sudah mengimbau lembaga, kantor pemerintah swasta dan sekolah-sekolah untuk menyediakan hand sanitizer atau pembersih tangan dan thermogun pengukur suhu tubuh.

Selain itu, semua sekolah sudah diperintahkan untuk mulai libur selama dua minggu terhitung 20 Maret hingga 2 April. Pemerintah provinsi terus berupaya untuk mengantisipasi merebaknya virus korona masuk wilayah NTT. Kegiatan perkumpulan perlu dibatasi. Setiap orang harus memproteksi diri dengan tinggal di rumah. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi untuk menutup sementara wilayah perbatasan dan penerbangan Timor Leste.

Pemeriksaan di bandara dan pelabuhan diperketat. Gubernur juga sudah perintahkan untuk tutup pintu perbatasan. Kecuali perlintasan barang. “Tentu izin penutupan pintu batas itu kewenangan Mendagri tetapi kalau untuk hal yang baik lawan regulasi tidak ada masalah,” tegasnya.

NTT Terima Buku Panduan Penanganan Korona

Pemprov NTT mendapat bantuan buku panduan penanganan corona (covid-19) dari Tiongkok. Ini menjadi salah satu referensi penanganan korona.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere menerima buku panduan penanganan Covid-19 yang diserahkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena bersama Forum Academia NTT. Hadir pula Komisi V DPRD NTT.

Saat penyerahan buku panduan, Melki Laka Lena mengatakan buku panduan penanganan covid-19 dari Tiongkok bisa dijadikan sebagai referensi tambahan panduan untuk menangani korona di NTT. Dinas Kesehatan NTT bisa belajar dari Tiongkok yang berhasil dalam penanganan kasus korona. Mengapa belajar dari Tiongkok? Karena negara ini diketahui mampu mengatasi pasien covid-19 dalam jumlah besar.

Menurut Melki dalam penanganan kasus korona, Dinas Kesehatan dan jajarannya punya cara-cara lain untuk bisa mengatasi kasus ini. Tetapi buku ini perlu diserahkan sebagai bagian dari pengalaman yang sudah dilalui Tiongkok di Wuhan. “Buku ini menjadi salah satu pedoman.

Kemarin buku ini saya yang wakili Komisi IX serahkan di Menkes,” ujarnya. Menurut Melki, buku pedoman penanganan korona berisikan tata cara mendeteksi, mendiagnosis, mencegah, manajemen sampai menangani pasien-pasien yang sudah puluhan ribu orang yang sebagian besarnya disembuhkan. Terdapat panduan penanganan medis dan juga obat herbal yang bisa digunakan untuk menangani pasien korona seperti kunyit dan jahe yang ada juga di NTT.

Sementara Anggota Forum Academia NTT, Elcid Li, dalam kesempatan penyerahan buku mengatakan berkat dukungan melalui jaringan lembaga mitra kerja di Inggris dan Australia, akhirnya buku panduan penanganan korona cepat diterjemahkan. Tentu butuh jaringan kerja sama agar bisa dijadikan panduan untuk bisa digunakan untuk tangani korona. Dikatakan, jejaring Forum Academia hanya membutuhkan waktu satu hari lebih untuk menerjemahkan buku panduan penanganan covid 19 di Tiongkok itu. Semoga kehadiran buku ini bisa membantu tim medis bisa menanganani korban korona. Ada penanganan medis dan herbal sehingga tentu sangat membantu dalam penanganan korona.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere mengapresiasi hadirnya buku panduan penanganan korona. Buku panduan sebagai referensi tambahan bagaimana menangani covid-19. Untuk itu, buku ini akan diperbanyak dan diserahkan ke jajaran dinas kesehatan kabupaten/kota, RSU dan Puskesmas di NTT. (mg33/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!