21 Negatif dari 101 ODP – Timor Express

Timor Express

METRO

21 Negatif dari 101 ODP

NTT DARURAT COVID-19
Empat Warga di Rote Ndao Masuk Kategori ODP

KUPANG, TIMEX – Hingga Minggu (22/3) kemarin, tercatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sudah mencapai 101 orang yang tersebar di sejumlah kabupaten di NTT. Dari jumlah itu, terdapat 21 orang dinyatakan negatif korona. Sebelumnya, ODP hanya berjumlah 92 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Dominikus Mere mengatakan berdasarkan data notifikasi laporan semua kabupaten/kota, jumlah kriteria orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 101 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 21 orang dinyatakan bebas pemulihan atau tidak terindikasi covid-19. Sehingga tersisa 80 orang dalam pemantauan yang sedang ditangani medis di RSU dan sebagian besar diisolasi di rumah masing-masing.

Ia merincikan jumlah ODP covid-19 dan penyebarannya yakni Kota Kupang 34 orang, Sikka 26 orang, Manggarai Barat 12 orang, Sumba Barat Daya 7 orang, Manggarai 4 orang, TTS 3 orang, Sumba Timur 2 orang, Flores Timur 2 orang, Kabupaten Kupang 2 orang, Lembata 2 orang, Ende 2 orang, Belu 2 orang, Alor 1 orang, Manggarai Timur 1 orang dan Malaka 1 orang.

Ia mengatakan hampir semua rumah sakit kekurangan alat pelindung diri (APD) dan Viral trasport media. Sehingga dari provinsi sudah melakukan koordinasi ke kementerian kesehatan.

Untuk saat ini memang, baik darah maupun pusat, masih kekurangan alat pengaman diri (APD). “Walaupun NTT masih negatif covid-19 tetapi kenaikan ODP terus meningkat, sehingga kita harus antisipasi dari sekarang. Persediaan alat pengaman diri menjadi mutlak untuk disediakan,” kata Dominikus, kemarin.

Dikatakan, penularan covid 19 melalui bersin dari penular tetapi penyebaran bisa melalui udara. Sehingga pertemuan dalam ruang tertutup tanpa sirkulasi udara sangat berpotensi terjadi penularan.

Oleh karena itu, perlu kesadaran semua warga untuk waspada dan mematuhi aturan seperti dilakukan social distancing. Membatasi diri untuk tidak keluar rumah, hindari keramaian pasar, mal dan pertemuan lainnya.

Sementara, Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu, dalam konferensi pers mengatakan pemerintah Provinsi NTT terus melakukan berbagai langkah untuk penanganan covid-19 di NTT. Pemerintah provinsi mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang baik dari para tokoh agama untuk tidak mengumpulkan jemaatnya. Seperti pembatalan kegiatan samana santa di Larantuka. Menghentikan sementara ibadat mingguan sehingga hanya masing-masing ibadah di rumah, termasuk hari raya Nyepi dibatasi kegiatannya.

Bukan hanya itu pemerintah provinsi sudah melakukan kajian untuk jalur udara agar pintu bandara tetap dibuka. Termasuk penyeberangan laut dan pelabuhan tetap dibuka. Alasannya NTT masih tergantung kebutuhan ekonomi daerah lain. Seperti, kebutuhan sembako, fasilitas obat-obatan, alat pengaman diri (APD), pengiriman sampel korona dan kebutuhan lainnya.

Selain itu, Gubernur juga sudah bersurat kepada Bupati dan walikota agar menutup sementara kegiatan festival pariwisata dan semua Destinasi wisata. Kebijakan yang dilakukan agar bisa mencegah meluasnya wabah Covid-19 masuk NTT. Kegiatan festival pariwisata yang sudah dijadwalkan pada bulan ini ditunda tanpa batas waktu. Untuk seluruh objek wisata ditutup sementara hingga 29 Mei 2020.

Empat Warga Rote Ndao Masuk ODP

Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT terus meningkat. Sebelumnya, di kabupaten terselatan NKRI ini belum terdeteksi, namun Minggu, (22/3), Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, secara resmi mengumumkan adanya ODP Covid-19 melalui konferensi pers di Rumah Jabatan Bupati.

Bupati Paulina mengatakan, dengan dibentuknya gugus tugas percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao, pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi ancaman virus Corona. Dan saat ini, terdeteksi 4 orang dalam pengawasan (ODP) di Kabupaten Rote Ndao.

“Sore ini kita mencatat, terdapat empat orang yang terus kita pantau sesuai protokol yang ditentukan. Kita berharap, hanya sebatas ODP tidak sampai pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” kata Bupati Paulina dalam konferensi pers.

Selain itu, Bupati Paulina juga tak henti-hentinya menyerukan imbauannya kepada masyarakat Kabupaten Rote Ndao untuk melawan penyebaran Virus Corona dengan beraktifitas dari rumah.

Bupati Paulina dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa poin penting sekaligus sebagai harapan pemerintah untuk dilakukan masyarakat sebagai upaya penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao. Harapan pemerintah tersebut sebagaimana dituangkan dalam rilis yang diterima Timor Express memuat 8 pesan.

Adapun pesan tersebut diantaranya, menjaga kesehatan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, tidak mengadakan atau menghadiri perkumpulan yang melibatkan banyak orang. Khusus untuk point pada kerumunan masa yang tidak jelas tujuanya, kata Bupati Paulina akan dibubarkan oleh aparay keamanan dan aparat hukum.

Di penghujung sambutannya, Bupati Paulina mengutip sebuah ayat firman yang terdapat pada kitab Amsal 22 ayat 3. “Kalau orang berhikmat melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang tak berpengalaman, berjalan terus lalu celaka.

Mendampingi Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu saat melakukan konferensi pers, Wakil Bupati, Stefanus M. Saek, dan Kepala Bagian Umum, Humas dan Protokol, Handryans Bessie.

Menutup konferensi persnya, Bupati Paulina mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Rote Ndao untuk bersama melawan virus Corona. Cara melawannya selain bekerja dari rumah, masyarakat diminta untuk terus berdoa dari rumah masing-masing.

“Mari Papa, Mama, To’o, Te’o, Ka’a, Fa’di, bersama kita lawan Corona dengan bekerja dan terus berdoa dari rumah masing-masing”, ungkap Bupati Paulina. (mg33/mg32/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!